Tim Asphurindo Tinjau Fasilitas Haji Khusus dan Lakukan Koordinasi di Madinah
Tim Asphurindo Meninjau Persiapan Ibadah Haji Khusus di Saudi Arabia
Kabartiga.com, Makkah – Pengurus Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) menggelar rapat koordinasi dengan Muassasa Adilla, Madinah, guna meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus, pada tahun ini.
Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi, mengatakan, dalam rapat koordinasi ini, dihasilkan beberapa kesepakatan untuk penyediaan tenda baru di Arafah, yang di sesuaikan dengan jumlah Jamaah di setiap nomor maktab.
“Tenda di Arafah sudah dalam bentuk baru dan dalam proses pengerjaan pemasangan sesuai jumlah jamaah dalam setiap nomer maktab. Karena ukuran tendanya besar-besar, maka para anggota harus bekerja sama dalam menjalankan program ibadah ritual di dalam tenda bila jamaahnya harus bergabung denga jamaah lain, dimana acara wukuf dan sholat bersama agar bergabung dalam kebersamaan didalam perbedaan,” ungkap Syam dalam pesan tertulisnya kepada Kabartiga.com, Senin (31/7/2017).
Syam menjelaskan, kembalinya normal kuota Haji khusus juga menimbulkan masalah lain, diantaranya tidak merubah peluasan tempat tempat penyelenggaraan haji.
“Bertambahnya kuota jamaah Haji Khusus menjadi 17.000 jamaah, maka tentunya akan bertambah pula jamaah disetiap nomer Maktab akibatnya bertambah jamaah, tetapi tempat dan luasnya tetap, ini akan memperparah kondisi tenda di Mina karena tidak adanya penambahan jumlah nomor maktab untuk jamaah haji khusus,” ungkapnya.
Beberapa negara tetangga, seperti Malysia juga memiliki minat untuk disediakannya tenda-tenda VIP. Tentunya, lanjut Syam, hal ini akan adanya pertambahan sebanyak dua kali jumlah jamaah Haji khusus Indonesia dan negera tetangga lainnya.
“Haji dari negara tetangga sudah mulai minat dengan fasilitas tenda-tenda untuk VIP ini maka pertambahannya ada 2 kali, yaitu bertambahnya jumlah haji khusus Indonesia dan dari Negara-negara tetangga,” teranganya.
Penyediaan itu, kata Syam akan dilakukan sesegera mungkin oleh Asphurindo. Namun saat ini pihaknya masih menunggu proses yang dilakukan di Makkah.
“Kami masih menunggu proses di Makkah yang terbilang rumit karena masih perlu belajar dan belajar terus setiap tahun. Tanpa ada sosialisasi sebelum kami datang ke Arab Saudi untuk mengurusnya,” jelasnya.
Dalam pertemuannya dengan para petugas di Mauasasa Adilla, Syam juga mengapresiasi jamuan yang diberikan kepada tim Asphurindo. Kehangatan dalam penyambutannya serta pelayanan yang baik, menjadi kebanggan tersendiri baginya.
“Mereka menyambut dengan sangat baik dan kami diajarkan cara-cara memasukan proses kedatangan jamaah haji dalam system e-hajj, sampai kami semuanya paham. Masya Allah, sehingga kami tidak perlu berlama-lama di kantor Muasasa Adilla dan kami masih sempat melakukan Sholat Ashar berjamaah di Masjid Nabawi dan mengucapkan salam,” tutupnya.
Reporter : Amar Faizal Haidar
Editor : Muhammad Alfi