Ngarak Barong Tema Lebaran Betawi di Kampung Sawah
Ngarak Barong ©2017/ Mandalesta
Kabartiga.com, Bekasi – ‘Ngarak Barong’ adalah tema yang di angkat oleh masyarakat Betawi, sebagai kepercayaan perwujudan makhluk astral untuk menolak bala pada Lebaran Betawi ke-2 Tahun ini, di Kampung Sawah, Kecamatan Pondok Melati.
Arak-arakan Ngarak Barong, dimulai dari lapangan Puri Gading, menuju lokasi utama pementasan lebaran betawi kali ini, di kawal dengan rombongan karnaval masyarakat betawi sekitar.
Lebaran betawi ini sudah menjadi tradisi (budaya) masyarakat Kampung Sawah setiap tahunnya, yang di peringati pada Minggu pertama di bulan Syawal, setelah Ramadhan.
Ngarak Barong ini juga di meriahkan dengan adat istadat betawi lainnya seperti Kerak Telor, Bir Pletok, hingga Silat Betawi, yang sudah bukan lagi menjadi rahasia umum di lingkungan betawi dan budaya-budaya lainnya.
Sepasang Muda-Mudi yang berhias pakaian adat Betawi diiringi oleh pasukan Jawara, diantaranya membawa Cepu sebagai wadah untuk menampung kue-kue maupun buah-buahan dan panganan ringan dari Masyarakat sebagai tanda syukur atas karunia pemeberian sang Pencipta atas terselenggaranya acara ini setiap tahun.
Camat Pondok Melati, Ika Indah Yarti, mengucapkan terimakasih kepada warga Kampung Sawah, yang telah melestarikan kebudayaan betawi hingga saat ini.
Pelestarian budaya Betawi pun, menurutnya, bukan hanya pada pagelaran acara seperti ini saja, melainkan dalam muatan lokal di Pendidikan Kota Bekasi, bahasa Betawi pun sudah mulai di jalankan oleh para siswa.
“Tentunya ini sebagai rasa syukur kita, bisa menggelar acara lebaran betawi ini, terutama untuk melestarikan kebudayaan Betawi,” kata Ika kepada kabartiga.com, di sela acara lebaran betawi, di Lapangan Pondok Pesantren Yasfi, Kampung Sawah, Pondok Melati.
Reporter : Mandalesta
Editor : Muhammad Alfi