Kepada Pemerintah, Ketum Asphurindo Usulkan 5 Poin Untuk Retas Masalah Umrah

  • Faisal
  • 26 Agustus 2017
  • 441
  • Bagikan:
Kepada Pemerintah, Ketum Asphurindo Usulkan 5 Poin Untuk Retas Masalah Umrah Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Kamis (24/8/2017), di Makkah, Arab Saudi.

Kabartiga.com, Makkah – Kasus penipuan umrah kini telah jadi trending topic di tingkat nasional. Tentu First Travel jadi dalangnya. Siapa sangka, tujuan ibadah ke Baitullah, malah berujung pada penyesalan dipihak jamaah.



Jangankan berangkat beribadah ke tanah suci, pengembalian uang jamaah yang telah membayar saja sulit direalisasikan. Sekarang justru muncul permintaan agar Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama mengembalikan dana calon jamaah umrah First Travel yang gagal berangkat.



Menanggapi polemik ini, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), Syam Resfiadi, mengusulkan lima poin yang dapat dijadikan bahan pertimbangkan oleh Pemerintah sebagai regulator, guna menuntaskan permasalahan umrah.



“Bismillah, saya kira poin Pertama yang perlu dipertimbangkan adalah Izin travel umrah dan haji dibuat seumur hidup.” 



“Kedua, persyaratan di perketat dengan sertifikasi internasional dan nasional.”



“Ketiga, konsentrasi Pemerintah ke pengawasan bukan ke perizinan.” 



“Empat, setiap izin diputihkan dengan membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) di atas materai dengan mencantumkan jenis sangsi dari pelanggaran sesuai tingkatannya. Mulai dari SP 1 sampai dengan Pencabutan dan Denda materi serta Penjara”.



“Kelima, pemberian reward kepada travel yang berprestasi dan membedakan kelas mereka”, terang Syam, yang juga merupakan Bos Patuna Traval, kepada Kabartiga.com melalui pesan tertulisnya, Jum’at (25/8/2017).



Dengan lima poin tersebut, Syam optimis permasalah penyelenggaraan umrah di masa mendatang tidak terulang kembali.



Lebih lanjut, Syam juga menghimbau kepada seluruh perusahaan travel haji umrah, khususnya anggota Asphurindo, agar menjaga amanat jamaah, dengan tidak melakukan tindakan di luar akal sehat.



“Stop semua cara-cara yang tidak masuk akal. Jaga amanat jamaah, sebab jika mereka dibohongi, pasti mereka akan berpaling dan tidak akan kembali lagi pada kita,” tutupnya.        



Disarankan untuk anda