Banjir Rawalumbu Masih Dikeluhkan Warga di Reses ke-3 Winoto

  • Redaksi
  • 04 Desember 2017
  • 562
  • Bagikan:
Banjir Rawalumbu Masih Dikeluhkan Warga di Reses ke-3 Winoto Winoto, saat menjawab dan menerima aspirasi yang disampaikan warga pada Reses ke-3 anggota DPRD Kota Bekasi tahun 2017

Kabartiga.com, Bekasi – Jaring Aspirasi Masyarakat (Reses) yang diselenggarakan di RW 06, Jalan Siaga E, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, oleh Anggota DPRD Kota Bekasi, Winoto, SH dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat.



Perjalanan Reses ke-3 ini, pada tanggal 1-3 Desember 2017, yang dilakukan oleh Winoto, banyak mendapat respon positif masyarakat, khususnya di daerah pemilihan (Dapil) 2, yang meliputi Kecamatan Rawalumbu, Mustikajaya dan Bantargebang.



Winoto dianggap mampu mengawal aspirasi para konstituennya di dapil 2, yang selalu mengeluhkan persoalan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.



Seperti diungkapkan oleh perwakilan RW 014 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Syahrul yang mengatakan, Winoto banyak membantu masyarakat, khususnya konstituen di dapil 2, dalam aspirasi yang diusulkan, baik mulai dari Musyawarah Rencana Pembanguanan (Musrenbang) tingkat Kecamatan hingga Kota.



“Saya yang mewakili RW 014, sangat mengapresiasi Pak Winoto, yang selama ini telah berjasa membantu kami, dalam mengawal aspirasi yang kami sampaikan, baik dalam reses maupun melalui Musrenbang. Mungkin jika tidak dibantu oleh Pak Winoto, kami di RW 014 tidak akan merasakan se-nikmat ini seperti pembangunan jalan yang bisa kita rasakan bersama,” ungkapnya dalam reses ke-3 Anggota DPRD Kota Bekasi, Winoto, di RT 06, RW 06, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Sabtu (2/12/2017) malam.



Hal sama pun juga diungkapkan dari tokoh lingkungan di RW 19 Kecamatan Mustikajaya, Agus Hariyanto, bahwa keberadaan lingkungannya di RW 19, khususnya di RT 10 dan RT 12 saat ini, bak Meikartanya Mustikajaya. Pasalnya, banyak perubahan pembangunan yang turut diperjuangkan Winoto.



“Alhamdulillah karena berkat bantuan Pak Win (sebutan akrab Winoto), di RT 10 dan RT 12, RW 19 Kecamatan Mustikajaya, sudah banyak perubahan pembangunan yang dapat kita lihat dan rasakan bersama. Kalau orang bilang sih seperti Meikartanya RW 19,” ujarnya.



Tokoh masyarakat di RW 06, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawaumbu, juga mengungkapkan hal senada. Menurut Diding, bicara soal infrastruktur di Rawalumbu, sudah banyak perubahan. Hal itu dikarenakan berkat adanya bantuan atau amanah aspirasi masyarakat yang dijalankan Winoto selama menjadi anggota DPRD Kota Bekasi.



“Kalau soal infrastruktur memang disini itu sudah 90 persen rampung, cuma masih ada kendala yang sampai hari ini belum terealisasi, yaitu banjir. Solusinya itu ada di gorong-gorong yang ada di jembatan kosong itu, jika dibongkar, maka banjir di Rawalumbu akan selesai dan waktu itu sudah sempat disampaikan ke Pak Winoto,” tandasnya.



Mendengar persoalan itu, politisi senior Hanura Kota Bekasi ini menjawab. Kata, Winoto, selama dua periode dia duduk di kursi DPRD Kota Bekasi, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan diupayakan terealisasi. Namun pada persoalan banjir yang ada di Rawalumbu, dirinya tidak bisa bekerja sendiri, tanpa didukung oleh anggota DPRD lainnya.



“Waktu itu saya memang sudah di konsultasikan ke Dinas PUPR, agar gorong-gorong yang ada di jembatan kosong itu dibongkar. Sebab, banjir di Rawalumbu ini kendalanya ada di gorong-gorong itu, sudah sempat di cek juga sama Dinas terkait, cuma begitu mau di esekusi, warga yang ada di wilayah Rawalumbu Utara membuat semacam petisi dan mengirimkannya ke Wali Kota Bekasi, jika gorong-gorong yang ada di jembatan kosong itu dibongkar, mereka akan mendemo rumah saya dan datang ke Pemkot Bekasi,” ucapnya saat menjawab persoalan banjir di Rawalumbu yang masih mendominasi di setiap resesnya ini.



Menurutnya, apabila gorong-gorong tersebut dibongkar, puluhan rumah yang berada di wilayah Rawalumbu Utara akan terendam setiap hujan turun. Hal ini lah yang membuat dirinya sedikit dilema dengan adanya persoalan gorong-gorong di jembatan kosong, Rawalumbu.



“Saya sudah pernah cek, bahkan Sekertaris Daerah (Sekda) dan Kepala Bappeda-nya sudah pernah saya ajak duduk langsung di atas jembatan kosong itu, waktu Rawalumbu sedang banjir. Mereka melihat langsung persoalan gorong-gorong itu, ya cuma bagaimana kalau kita bongkar itu gorong-gorong, warga di Rawalumbu Utara akan terendam,” pungkasnya.



Winoto menyebut, persoalan banjir di Rawalumbu perlu bantuan dari Provinsi atau Pusat, meski anggarannya pun tidak besar.



“Kalau saya jadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, kasih saya waktu 1 bulan, selesai itu persoalan banjir di Rawalumbu. Cuma Rp 15 Miliar kok untuk bongkar gorong-gorong itu dan kita alirin ke Kali yang ada di Unisma sana,” tukasnya.



Dia berharap, persoalan banjir di Rawalumbu juga menjadi perhatian anggota Dewan lainnya. Sehingga, dengan kebersamaan yang dibantu oleh Provinsi ataupun Pusat, dapat meringankan beban daerah.



Disarankan untuk anda