Mochtar Muhammad dan Awal Jatuhnya Citra PDIP
Ketua Umum dan Pengurus DPP PDI Perjuangan (foto: net)
Kabartiga.com, Bekasi – Penetapan tunggal, yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bekasi, terhadap mantan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohammad sebagai Calon Wali Kota Bekasi yang akan diusungnya, menuai penolakan dari salah satu barisan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Keputusan DPC PDIP yang menetapkan mantan Nara Pidana (Napi) dalam kasus penyalahgunaan APBD Kota Bekasi tahun 2010 dan kasus suap Piala Adipura oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, dinilai oleh Ketua Laskar Rakyat Jokowi (LJR) Kota Bekasi, sebagai awal langkah jatuhnya citra PDIP.
“Keputusan itu mengusulkan calon tunggal mantan narapidana korupsi yang divonis 6 tahun penjara oleh Mahkamah Agung pada tahun 2012 itu, sama saja tidak senafas dengan jalannya Revolusi Mental yang dijalankan Presiden Jokowi,” ungkap Anton Sutandar kepada waratwan, Rabu (6/12/2017).
Selain itu, lanjut Anton, keputusan itu pun bertolak belakang dengan pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, yang selalu mengingatkan kepada kader-kadernya, bahwa partai bermoncong putih ini tidak akan segan memberhentikan kadernya yang terlibat dalam korupsi.
“Ibu Megawati selalu menegaskan di setiap pidatonya, bahwa kader yang terlibat korupsi akan diberhentikan dengan tidak hormat. Hal itu akan dilakukan PDIP, sebagai pengejawantahan Nawacita yang dititahkan oleh Bung Karno, sebagai landasan tujuan bernegara,” terangnya.
Anton meyakini, sebagai Partai ‘Wong Cilik’ keputusan DPC PDIP Kota Bekasi ini akan menciderai hati dan nurani masyarakat, khususnya warga Kota Bekasi. Oleh itu, ia berharap DPP PDIP dapat minjau ulang keputusan itu.
“Sebagai relawan Jokowi selama ini, maka sangat menyayangkan kalau PDI benar-benar merekomendasikan mantan napi koruptor itu. Oleh itu saya berharap DPP PDIP agar meninjau kembali hal tersebut, jangan sampai mencederai hati dan nurani publik,” tutupnya.
Sebelumnya, pada Senin (4/12/2017) DPC PDIP menetapkan Mochtar Mohammad sebagai calon tunggal yang diusung kembali menjadi calon Wali Kota Bekasi 2018-2023. Alasannya, mantan Wali Kota Bekasi yang sempat mencicipi hotel prodeo Sukamiskin, Bandung ini, telah lolos dari penjaringan ketat partai dan survei yang dilakukan PDIP.