Megawati : PDIP Tidak Akan Kompromi Dengan Kader Yang Terjerat Korupsi

  • Redaksi
  • 13 Desember 2017
  • 544
  • Bagikan:
Megawati : PDIP Tidak Akan Kompromi Dengan Kader Yang Terjerat Korupsi

Kabartiga.com, Depok – Para bakal calon Kepala Daerah yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, mengikuti sekolah politik, di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/12/2017).



Ketua Umum PDI Perjuang, Megawati Soekarnoputri, hadir untuk membuka langsung acara tersebut. Acara juga dihadiri Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuang, Hasto Kirstiyanto serta para tokoh partai berlambang kepala banteng itu.



Megawati dalam pidatonya mengatakan, bahwa partainya itu tidak akan berkompromi dengan kader yang terjerat kasus korupsi dalam perjalanan karirnya. Partai pun akan memberikan sanksi tegas hingga pada pemecatan.



“Ibu Megawati menyampaikan, partai memberikan sanksi yang tegas bagi kader-kader partai yang terlibat korupsi dengan memberikan sanksi pemecatan,” kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat menyaimpakan pesan pidato Megawati seperti yang dikutip di lama PDI Perjuangan Jatim.



Menurut Hasto, Ketua Umum PDI Perjuangan itu meminta para bakal calon Kepala Daerah dapat menyatu bersama rakyat, tidak hidup bermewah-mewahan dan menjauhi tindak pidana korupsi.



“Menjadi pemimpin itu tidak mudah karena itulah para calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan harus betul-betul menunjukkan kualifikasi sebagai pemimpin yang baik, menyatu dengan rakyat, pemimpin yang tidak terbuai kemewahan dan tidak melakukan korupsi,” ujar 



Megawati, sambung Hasto, juga mengingatkan agar bakal calon kepala daerah yang diusung PDIP berkontribusi untuk membumikan Pancasila dalam program-programnya.



Hasto mencontohkan, pemerintahan yang membumikan nilai-nilai Pancasila salah satunya dengan meletakkan nilai kemanusiaan sebagai keberpihakan kepada wong cilik.



“Kepada mereka yang disebut sebagai kelompok marhaen, kaum dhuafa, untuk betul-betul mendapatkan pelayanan yang sebaik-baiknya, mendapatkan penguatan dari pemerintahan yang menjamin tersedianya kebutuhan dasar di bidang pendidikan, kesehatan serta kehidupan yang layak sebagai kemanusaian,” papar Hasto.



Terakhir, sambung Hasto, Megawati juga berpesan untuk Pilkada 2018, agar dilaksanakan dengan asas gotong royong.



“Masing-masing bakal calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan punya kewajiban untuk menggerakkan kader dan simpatisan untuk memenangkan Pilkada,” tutupnya.



Sekolah politik bagi bakal calon kepala daerah ini dilaksanakan sejak tanggal 10 hingga 15 Desember 2017, yang diikuti 74 bakal calon kepala daerah asal PDI Perjuangan.



Disarankan untuk anda