Ketum LRJ Bantah Pernytaan M2 Soal Pembubaran
Riano Oscha (kiri) saat bertemu Presiden Jokowi (kanan)
Kabartiga.com, Jakarta – Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi membantah pernyataan Mochtar Mohamad, yang menyatakan LRJ telah dibubarkan.
Menurt Riano Oscha, LRJ adalah barisan pendukung Jokowi yang secara sah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-7 itu.
“LRJ tidak ada hubungannya dengan Mochtar Mohamad. LRJ secara sah diresmikan langsung oleh Pak Jokowi, bukan buatan Mochtar Mohamad,” kata Riano kepada wartawan, Jumat (15/12/2017).
Baca : Mochtar Mohamad dan Awal Jatuhnya Citra PDIP
Riano mengatakan, LRJ sangat mendukung pernyataan Anton, Ketua LRJ Kota Bekasi soal pencalonan Mochtar Mohamad, mantan Wali Kota Bekasi yang pernah tersandung kasus korupsi itu kembali mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Bekasi 2018, yang akan menyakiti hati warga Kota Bekasi dan tidak se-nafas dengan Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK saat ini.
“Point 2 dari Nawacita itu adalah ingin menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan dapat dipercaya. Nah silahkan dicermati point 2 itu,” ujarnya.
LRJ, sambung Riano, juga menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang membolehkan mantan Narapidana Korupsi dapat mencalonkan diri kembali sebagai calon kepala daerah. Hanya saja, kata dia, calon harus mendeklarasikan diri kepada publik bahwa pernah tersandung kasus korupsi.
Hal itu sebagaimana Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018.
“Boleh, tetapi yang bersangkutan (Mochtar Mohamad) harus deklir sebagai mantan napi agar publik semua tau, sehingga masyarakat pemilih tidak membeli kucing dalam karung. Begitupun juga KPU harus mengumumkan juga," ujar Riano.
Riano berencana akan membantu KPU dalam sosialisasi, bahwa ada mantan narapidana yang ikut Pilkada 2018.
"Kita akan membantu KPU dalam sosialisasi mantan koruptor ini di seluruh Indonesia agar hak pemilih untuk tahu terpenuhi," tandasnya.
Sementara, Riano juga mengapresiasi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang selalu menggalakan soal partainya yang tidak akan berkompromi dengan kader yang terjerat kasus korupsi dalam perjalanan karirnya, hingga pada sanksi tegas pemecatan.
“Ibu Megawati sudah sangat tegas. Artinya dia ingin partainya itu bersih dan terciptanya iklim politik dan tata kelola pemerintahan yang bersih, terpecaya dan jauh dari praktek korupsi,” tutupnya.