Hadapi Momentum Politik 2018, Begini Pesan PC NU Kota Bekasi

  • Faisal
  • 01 Januari 2018
  • 402
  • Bagikan:
Hadapi Momentum Politik 2018, Begini Pesan PC NU Kota Bekasi KH. Zamakhsyari Abdul Majid, Ketua PC NU Kota Bekasi.

Kabartiga.com, Bekasi – Sejumlah daerah di Indonesia akan menggelar pemilihan kepala deerah di 2018, di antaranya Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat. Setiap kali memasuki momentum tersebut, biasanya suhu politik kian meningkat dan memanas.



Ketua PC NU Kota Bekasi, KH. Zamakhsyari Abdul Majid atau yang akrab disapa KH. Jame menghimbau agar masyarakat, khususnya warga NU tetap menjaga kondusifitas serta tidak terpancing isu sara dan provokasi dari pihak-pihak tertentu yang bisanya dijadikan alat guna memperkeruh keadaan. 



“PC NU banyak memiliki tokoh agama dan tokoh masyarakat yang sehari-hari berkiprah di masyarakat, kami himbau kepada mereka agar bisa menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas. Jangan terpancing oleh provokasi. Sebab menjaga keamanan adalah bagian dari perintah agama, mengingat dalam pilkada biasanya suhunya meningkat,” ungkap KH. Jame kepada Kabartiga.com, Minggu (31/12/2017). 



K.H Jame mengingatkan kembali pentingnya menanamkan serta mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas warga NU, yaitu Tawassut (moderat), Tawazzun (berimbang), Istiqomah (konsisten) serta Tasammuh (toleran). 



“Ketika masyarakat, wabil khusus warga NU bisa mengaplikasikan nilai-nilai yang tertanam tersebut, saya yakin kita akan menyongsong pilkada yang sehat dan bersih,” sambungnya.



PC NU sendiri mengaku tidak akan mengintervensi masyarakat dalam menentukan pilihannya. PC NU berharap masyarakat dapat menggunakan hak politik mereka sebaik mungkin dan menyarankan agar masyarakat tidak golput.



“Untuk Pilkada, kami menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada masing-masing individu. Kami hanya menghimbau agar masyarakat tidak Golput, karena ini hajat konstitusi,” terang KH. Jame.



Adapun harapan PC NU Kota Bekasi bagi pemerintahan selanjutnya adalah menitik beratkan pada pembangunan kualitas SDM lewat pendidikan. 



“Kita kembali kepada kaidah Menjaga melestarikan apa yang sudah baik dan menghadirkan sesuatu yang jauh lebih baik. Kita melihat banyak yang sudah baik, seperti infrastruktur dan akses kesehatan. Menurut kami perlu juga adanya peningkatan yang lebih bagi kualitas SDM. Dalam hal pendidikan, kami berharap sarana-prasarana Pondok Pesantren ditingkatkan, selain karena NU lahir dan besar karena Pesantren, juga NU percaya orang-orang besar bisa dilahirkan dari Pesantren,” tutur KH. Jame. 



Disarankan untuk anda