Head to Head, Nur Supriyanto dan Adhi Firdaus Jadi Penantang Petahana di Pilkada Kota Bekasi
Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara (dari kiri), Calon Wali Kota Bekasi, Nur Supriyanto, Calon Wakil Wali Kota Bekasi, Adhi Firdaus dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung.
Kabartiga.com, Bekasi – Pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi 2018-2023, Nur Supriyanto dan Adhi Firdaus yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra akhirnya resmi mendaftar ke KPUD jelang penutupan masa pendaftaran, pada Rabu malam (10/1/2018).
Pasangan tersebut menjadi satu-satunya penantang Petahana, Rahmat Effendi dan Tri Adhianto dalam kontestasi menuju kursi tertinggi di pemerintahan Kota Bekasi. Hal ini diketahui usai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi batal mengusung calonnya, dan beralih mendukung pasangan Petahana.
Meski demikian, koalisi PKS-Gerindra mengaku tidak gentar melawan Petahana. Heri Koswara, Ketua DPD PKS Kota Bekasi menegaskan, pihaknya tetap solid dan yakin, calon yang diusung partainya adalah dua pribadi ideal yang mampu memberi perubahan di Kota Bekasi.
“Kita punya dua modal utama untuk menang, pertama adalah soliditas partai dan kedua adalah keyakinan bersama. Pak Nur dan Pak Adhi adalah figur terbaik yang kita miliki saat ini. Keduanya punya visi besar untuk membawa perubahan di Kota Bekasi,” ungkapnya dalam Konfrensi Pers di Kantor DPD PKS Kota Bekasi, Rabu (10/1/2018).
Heri Koswara menyebut, keberhasilan koalisi PKS-Gerindra memenangkan pilkada di pilgub DKI menjadi salah satu inspirasi untuk diulangi di Kota Bekasi.
“Koalisi PKS-Gerindra sudah sangat kuat dan teruji. Kita pernah menang di DKI, jadi kami yakin bisa mengambil inspirasi dari sana untuk mengulang kesuksesan di Kota Bekasi,” terangnya.
Rasa optimis juga dilontarkan Nur Supriyanto. Tidak tanggung-tanggung, pria yang saat ini menjabat sebagai Plt Ketua DPW PKS Jawa Barat itu telah memikirkan pembangunan Kota Bekasi untuk 10 tahun mendatang, dengan asumsi menang di dua pilkada selanjutnya.
“Kota Bekasi adalah daerah yang strategis, baik dilihat dari geografis maupun demografis. Bekasi dekat dengan Ibu Kota, otomatis menjadi penyanggahnya. Segala pembangunan infrastruktur nasional, Kota Bekasi akan menerima dampaknya. Jadi saya tidak bicara pembangunan untuk 5 tahun kedepan, tapi 10 tahun kedepan,” ujarnya.
“saya tidak bisa membayangkan, Kota seideal ini dikelola oleh orang yang tidak tepat di masa-masa mendatang. Karena itu, saya dan Pak Adhi hadir membawa sebuah visi untuk membangun wajah Kota Bekasi yang baru, yang berkeadilan, bersih, mengayomi, profesional, harmoni dan religious,” sambungnya.