2019 Kemnaker Tergetkan 4.000 Perusahaan Ikut Serta Buka Pemagangan

  • Redaksi
  • 05 Desember 2018
  • 313
  • Bagikan:
2019 Kemnaker Tergetkan 4.000 Perusahaan Ikut Serta Buka Pemagangan Program Pemagangan Kemnaker RI resmi di buka

Kabartiga.com, Bekasi - Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Republik Indonesia resmi membuka program Pemagangan Mandiri, Aula Krakatau Hall, Hotel Horison Ultima Bekasi,Jalan KH. Noer Ali, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (5/12/2018). 


500 peserta magang asal Kota Bekasi menghadiri acara tersebut, yang diawali dengan Seminar bertemakan “Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Program Pemagangan Untuk Mendukung Daya Saing Indonesia”. 


Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono mengungkapkan Program Pemagangan Mandiri ini hadir atas kerjasama Pemerintah dan Pengusaha, dalam rangka meningkatkan kompetensi dan daya saing angkatan kerja Indonesia. 


“Ini program yang bagus sekali. Temen-temen pengusaha pun menyambut baik. Tentu kita berharap program ini mampu menjadi salah satu solusi tepat untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja,” ucap Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono, Rabu (5/12/2018). 


Selain itu Peserta bisa mendapatkan pengalaman kerja pada dunia kerja yang sesungguhnya, membentuk sikap mental, perilaku kerja serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. 


Bambang menyebutkan, saat ini sudah banyak perusahaan yang membuka program Pemagangan tersebut dengan berbagai sektor. Pemerintah sendiri menargetkan di tahun 2019 mendatang ada 4.000 industri yang terlibat. 


“Ini program kami (Kemenaker), tapi semua pembiayaannya dari perusahaan itu sendiri. Nanti pemerintah akan memeberikan insentif kepada perusahaan yang ikut program ini. Insentifnya seperti apa masih kita godok,” tegasnya. 


Berdasarkan data BPS per-Agustus 2018, jumlah angkatan kerja di Indonesia sebesar 131,01 juta, dimana 124,01 juta orang adalah pekerja dan 7 juta orang orang atau 5,34% adalah penganggur. 


“Dari tahun ketahun angka pengangguran kita menurun, cuma memang belum begitu signifikan. Kita berharap program ini bisa membantu menurunkan itu,” terang Bambang. 


Dilihat dari “TPT menurut tingkat pendidikan”, TPT SMK masih mendominasi sebesar 11,24%. TPT merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja.


Artinya, kompetensi lulusan SMK paling tinggi belum memenuhi harapan pasar kerja diantara lulusan pendidikan lainnya.  Angkatan kerja yang bekerja didominasi oleh pekerja dengan tingkat pendidikan relatif rendah, dimana lulusan SMP ke bawah sebesar 58,78% atau 72,9 juta orang dari 124,01 juta pekerja. 


Reporter : Afu



Disarankan untuk anda