Sembuh Dari Penyakit SJS, Yuli : RS Bhakti Kartini Miliki Pelayanan Prima dan Profesional

  • Redaksi
  • 13 Desember 2018
  • 737
  • Bagikan:
 Sembuh Dari Penyakit SJS, Yuli : RS Bhakti Kartini Miliki Pelayanan Prima dan Profesional Haikal, saat digendong Muhammad Ikhsan setelah menjalankan perawatan di RS Bhakti Kartini

Kabartiga.com, Bekasi - Steven Johnson Syndrome (SJS), atau yang dikenal dengan penyakit kulit ini, bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Tidak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak pun dapat terjangkit penyakit mematikan itu. 


Di Bekasi, awal Oktober 2018, Muhamad Haikal di diagnosa oleh dokter, terjangkit penyakit kulit tersebut. Kondisi Haikal melemah dan menyebabkan perubahan kulit yang signifikan. Gatal-gatal dan perubahan warna kulit menandakan anak dari pasangan Fajar Irawan dan Yulia Astriana ini, positif terjangkit penyakit SJS. 


"Awalnya kami membawa anak kami ke Poli Anak di sebuah klinik di Kota Bekasi, karena mengalami demam tinggi dan buang-buang air dan kondisinya semakin memburuk, kulitnya mulai ada bintik kecoklatan makin lama makin banyak, lalu kulit mengelupas dan kondisi fisiknya semakin menurun, dan kurus, akhirnya kami bawa ke RS Bhakti Kartini," cerita Yulia Astriani, Ibu dari Muhamad Haikal yang terjangkit penyakit SJS ini. 


Setiba di RS Bhakti Kartini, Haikal pun segera mendapatkan penanganan dari dua dokter, yakni  dr Tommy Sp.A dan dr Ratna Komala Dewi Sp.KK. 


"Setelah di periksa oleh dokter, anak kami pun harus mendapatkan perawatan intensif di RS Bhakti Kartini dari tanggal 4 Oktober sampai 13 Oktober. Alhamdulillah kondisi anak kami berangsur membaik dan kembali normal," tutur Yuli menambahkan. 


Ia sangat bersyukur, si buah hati dapat pelayanan yang prima dari RS Bhakti Kartini. Pelayanan kedua dokter yang profesional, hingga pihak pengamanan di RS pun membuat kedua pasangan muda ini mengucap syukur dan berterimakasih. 


"Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat-sangat bersyukur dan berterimakasih kepada RS Bhakti Kartini yang memberikan pelayanan terbaik kepada kami. RS Bhakti Kartini sudah kami anggap rumah kedua kami saat ini, semua pelayanannya bagus dan begitu sigap," tandas Yuli. 


Selain itu, soal biaya perawatan Haikal pun tidak menjadi permasalahan bagi RS yang dimiliki Hj Neneng itu. Fajar mengaku, menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) yang dikeluarkan pemerintah. 


“Pihak rumah sakit juga tidak mempermasalahkan pembiayaan karena semua biaya digratiskan menggunakan SKTM dan Kartu Sehat (KS). Kalau mengeluarkan biaya sendiri tentu kami tidak mampu membayarnya. Dan, rumah sakit Bhakti Kartini memprioritaskan pelayanan kesehatan pasien tanpa proses berbelit," terangnya. 


Selama dirawat di RS Bhakti Kartini, Haikal pasien dengan penyakit langka ini ditangani dua dokter speasialis. Dokter anak ditangani dokter Tommy, sedangkan untuk kulit dan kelamin ditangani dokter Ratna Komala Dewi. 


Dokter Ratna menjelaskan secara rinci tanda-tanda penyakit SJS yang harus diwaspadai oleh masyarakat adalah timbulnya demam tinggi yang disertai buang air besar berkelanjutan. Ada tiga tanda, yakni bentuk mata yang berubah, mulut kering dan bercak merah di bagian tangan, kaki dan kelamin. 


"Gejala awal pasien penderita SJS dimulai dengan demam tinggi juga disertai buang-buang air yang tidak wajar. Yang harus diwaspadai adalah ketika di tubuh pasien ditemukan tiga tanda khas seperti bentuk mata sudah berubah, mulut kering dan bercak-bercak merah di kulit, seperti di tangan, kaki dan kelamin," jelasnya. 


Faktor utama penyebab SJS ini karena konsumsi obat yang berlebihan saat kondisi imun pasien lemah, dan tanpa pengawasan khusus. 


"Faktor utama adalah virus, namun dalam beberapa kasus penyakit ini muncul akibat pemberian obat sembarangan tanpa diawasi oleh dokter, sehingga menyebabkan alergi obat. Ditambah dengan kondisi sistem imun pasien yang sangat lemah. Jangan sekali kali mencoba obat sembarangan karena hal tersebut sangat berpengaruh kepada tubuh kita," imbaunya. 


Ditempat yang sama, Muhammad Ikhsan Nurdjamil selaku anak dari pemilik RS Bhakti Kartini yang secara intens mengawasi proses penanganan sejak Haikal pertama kali dirawat hingga kondisinya pulih menyebutkan biaya pasien secara keseluruhan ditanggung oleh jaminan kesehatan Pemerintah Kota Bekasi lewat program Kartu Sehat Berbasis NIK. 


"Sejak awal pasien Haikal ditangani oleh RS Bhakti Kartini, kami tidak membebani sama sekali soal pembiayaan karena pasien Haikal masuk kategori pasien darurat dan urgensinya tinggi, total biaya perawatan Haikal mencapai angka Rp154 juta," terang dia. 


Lebih lanjut, Ikhsan yang diketahui saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Jawa Barat nomor 8 dari Partai Golkar dapil 6 Kota Bekasi dan Kota Depok dalam visi dan misinya juga mengedepankan soal kesehatan masyarakat. 


"Karena keluarga besar saya sejak dulu fokus di pelayanan kesehatan, saya pun akan memperjuangkan kesehatan masyarakat khususnya Kota Bekasi dan Kota Depok, dan itu yang akan saya dorong melalui parlemen di Jawa Barat apabila sudah duduk nanti," tandasnya.



Disarankan untuk anda