Cap Go Meh 2570 di Bekasi Gambarkan Keberagaman

  • Redaksi
  • 20 Februari 2019
  • 414
  • Bagikan:
Cap Go Meh 2570 di Bekasi Gambarkan Keberagaman Arak-arakan Cap Go Meh di Klenteng Hok Lay Kiong

BEKASI – Warga Tionghoa di Kota Bekasi, Selasa siang (19/2/2019) ramaikan perayaan Cap Go Meh 2570 di Klenteng Hok Lay Kiong, Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur. Cap Go Meh di Kota Bekasi sudah menjadi agenda rutin yang dirayakan setiap tahunnya.


Bahkan uniknya, tradisi ini tidak hanya menampilkan budaya dari warga Tionghoa, melainkan juga ada dari daerah lainnya seperti penampilan Reog Ponorogo, pakaian adat suku Dayak, Betawi dan budaya dari daerah lainnya.


Ketua Yayasan Tri Dharma Klenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan mengatakan, penampilan budaya-budaya tersebut menggambarkan keberagaman yang ada di Indonesia.


“Sebagai warga Tionghoa, kita juga mencintai Indonesia ini. Sudah hal yang wajar, jika Cap Go Meh akan ada penampilan dari budaya daerah lain,” ungkapnya, disela arak-arakan pawai budaya.


Baca : Setelah Imlek, Klenteng Hok Lay Kiong Akan Merayakan Cap Gomeh 


Dalam pawai budaya Cap Go Meh, pantauan Kabartiga, terlihat beberapa orang asyik menggoyangkan Joly atau tandu berwarna merah. Joly ini diyakini warga Tionghoa dapat mengusir pengaruh negatif dari ruh-ruh jahat.


Ronny menambahkan, tahun 2019 merupakan tahun politik. Pada 17 April mendatang, masyarakat Indonesia akan menentukan hak pilihnya di Pemilu. Sudah barang tentu, pesta demokrasi harus diwarnai hal-hal baik.


“Meski berbeda pilihan, jangan sampai merusak persaudaraan. Itu sangat penting, yang menjadi harapan kita semua saat ini. Kita harus jaga persaudaraan, jaga keutuhan dan persatuan bangsa kita,” pungkasnya.


Penampilan berbagai budaya di Perayaan Cap Go Meh ini, juga di apresiasi Pemerintah Kota Bekasi. Bahkan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih berencana, mencarikan lokasi lain di tahun yang akan datang.


“Kita nanti cari lokasi yang lebih bagus, supaya hajat ini dikenal di wilayah lain, bukan hanya disini saja. Kita tahu, di Kota Bekasi ini bukan hanya orang Bekasi saja, tetapi banyak etnis dan suku lainnya,” tutupnya.


Reporter : Dika



Disarankan untuk anda