Kabel LAA KRL Terbakar, Warga Tutup Jalan
BEKASI - Hujan serta petir diwilayah Bekasi mengakibatkan kabel Listrik Aliran Atas (LAA) putus di perlintasan kereta api Tambun-Bekasi, Selasa (2/04/2019).
Menurut Mulyana warga sekitar, hujan deras disertai petir, mengakibatkan kabel tersamber hingga terbakar. Beruntungnya tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.
"Tadi kejadian pukul 15:15 meledak dan menyambar sambungan kabel KRL sampai putus itu kabel. Tidak berselang lama, kabel di sebelahnya juga terbakar," katanya.
Kejadian ini baru kali pertamanya terjadi di wilayah perlintasan kereta api Bekasi-Jakarta. Warga pun menutup sementara perlintasan jalan sekitar lokasi terbakarnya kabel listrik KRL tersebut.
"Kejadian baru kali ini, sempet terganggu juga arus lalu lintas disini karena takut kesamber listrik maka jalanan di tutup sementara karena takut kesamber aliran listrik," Lanjutnya.
Kejadian ini dibenarkan Vice President Komunikasi PT KCI, Anne Purba, bahwa pihaknya menerima laporan atas terbakarnya kabel listrik aliran atas tersebut.
"Tadi ada laporan bahwa kabel Listrik Aliran Atas (LAA) putus di perlintasan kereta api Tambun-Bekasi akibat tersaber petir," ungkap Anne saat di konfirmasi.
Anne mengatakan, perjalanan kereta api terganggu, dengan kejadian ini, sehingga operasi krl pun terpaksa dihentikan sementara.
"Sempat di berhentikan kereta api di perlintasan Tambun-Bekasi karena ada kabel LAA tersebut," lanjutnya.
Untuk mengurangi antrian kereta jarak jauh, PT KAI Daop 1 dan PT KCI tetap mengoperasikannya. Sementara untuk KRL hanya sampai stasiun Cakung.
"Karena kereta jarak jauh tidak memerlukan pasokan daya dari kabel LAA, maka dapat melintas. Itu juga untuk mengurai antrian kereta yang ada. Untuk KRL saat ini hanya sampai Stasiun Cakung saja, selebihnya masyarakat bisa mencari alternatif lain," ucap Anne.
Namun sampai saat ini LAA masih dipadamkan karena perlu adanya perbaikan. Hingga saat ini pihak PT Kereta Api Indonesia masih melakukan perbaikan pada kabel yang terbakar.
"Masih dalam perbaikan oleh pihak PT KAI serta PT KCI dan menghimbau pengguna layanan KRL agar mencari alternatif lainnya," pungkas Anne.
Reporter : Dika