Wali Kota Bekasi Berharap Gubernur Jabar Tergugah Hatinya

  • Redaksi
  • 11 April 2019
  • 403
  • Bagikan:
Wali Kota Bekasi Berharap Gubernur Jabar Tergugah Hatinya Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengakui, bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) yang dimintanya dari Provinsi Jawa Barat, akan menabrak regulasi yang ada.


Hanya saja, permintaan itu tidak perlu dijelaskan secara detail, jika Gubernur Jawa Barat memberikan opsi lain dari sumbangsi PKB BBNKB yang diberikan oleh Kota Bekasi setiap tahunnya itu.


“Jadi kalau pak Gubernur mengartikan pakai aturan itu, memang tidak boleh, kita juga tahu. Tapi pak Gubernur harusnya ada perhatian lain, cara lain, orang kan sudah ngasih 2 Triliun, masa saya harus jelaskan begitu?” ungkap Rahmat Effendi, Kamis (11/4/2019).


Menurutnya, dana perimbangan PKB BBNKB yang diterimanya hanya sebesar 30%, sementara pemerintah provinsi 70%. Jika besaran pendapatan pajak itu bisa lebih dari ketentuan semula, maka bukan masalah pendidikan saja yang bisa gratis, bahkan problem yang lain di Kotanya bisa tertanganggulangi.


"Makanya kalau kamu sekarang merasakan macet, jalan rusak, jangan omelin saya, karena duitnya kesana. Coba kalau duit Rp2 triliun itu ke kota, jalan sudah dilapisin emas, " ujarnya.


Selain itu, upaya lain juga sudah dilakukan Pemkot Bekasi, dengan menyuarti Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk memfasilitasi bagi hasil PKB BBNKB di Provinsi Jawa Barat.


“APEKSI itu kan organisasi untuk Pemerintah Kotanya, dan anggotanya itu ada 104 di seluruh Indonesia, termasuk Kota Bekasi. Kalau ingin memperjuangan anggota-anggotanya, ya tinggal tergantung APEKSI-nya. Kan yang besar-besar itu (pendapatan PKB BBNKB) seperti Kota Medan, Surabaya, Bandung dan Kota Bekasi,” terang Rahmat.


Meski demikian, Pemerintah Kota Bekasi tahun ini tetap menyediakan anggaran sebesar Rp 63 Miliyar untuk subsidi biaya pendidikan SMA/SMK, walaupun permintaan bagi hasil itu belum ditemukan titik terang antar kedua pihak.


“Saya masih sediakan Rp 63 Miliyar, dari Provinsinya yang belum, tapi Insya Allah Gubernur terbuka hatinya. Bagaimanapun, Kota Bekasi ini masih menjadi bagian dari Jawa Barat. Rakyat Kota Bekasi ini juga ikut memilih beliau (Ridwan Kamil) kemarin, dan rakyat Kota Bekasi tidak meminta percuma karena ada pajak-pajak tertentu yang disumbakan ke Jawa Barat, minimal ada perhatian,” imbuhnya.



Disarankan untuk anda