Menaker Ida Fauziyah Bantu Evakuasi Peserta BBPLK Cevest Bekasi
Menaker kunjungi warga terdampak banjir di Kayuring Jaya, Bekasi Selatan. Kunjungannya juga sekaligus membantu evakuasi peserta BBPLK Cevest Bekasi yang terjebak banjir
BEKASI – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, membantu langsung proses evakuasi terhadap 20 peserta pelatihan yang terjebak banjir setinggi 2 meter di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Cevest Bekasi di Jalan Guntur Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (02/01/2020) siang.
Evakuasi dilakukan menggunakan 2 perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Peserta pelatihan pemagangan ke Jepang tersebut, di evakuasi ke tempat yang aman yakni Polsub Sektor Kayuringin Jaya yang ada di seberang BBPLK Bekasi.
Menaker Ida Fauziyah juga turut memberikan bantuan logistik kepada para korban terdampak banjir di sekitar Polsub Sektor Kayuring Jaya. Banjir yang terjadi di BBPLK Cevest Bekasi kali ini merupakan yang terparah, dibandingkan pada tahun 2002, 2007 dan 2012.
"Banjir pernah juga terjadi tahun 2002, 2007 dan 2012. Tapi tidak separah kali ini," ujarnya.
Beberapa dokumen penting dan peralatan di BBPLK Cevest Bekasi, menurut Menaker Ida Fauziyah, tidak bisa diselamtakan dari terjangan air banjir. Beberapa kendaraan operasional seperti motor dan mobil pun turut terendam.
"Saya sudah meminta agar, pegawai bisa menyelamatkan dokumen dan peralatan. Sebagian bisa diselamatkan. Tapi terus terang saya sedih, karena ada juga yang tidak bisa diselamatkan, apalagi nanti 16 Januari kami akan memulai pelatihan," terangnya.
Kemenaker, lanjutnya, juga akan menjadwal ulang pelatihan di BBPLK Cevest Bekasi. Pelatihan baru akan dilakukan kembali setelah banjir suruh dan keadaan kondusif.
"Kami reschedule ulang jadwalnya. Semoga mundurnya tidak terlalu lama. Kalau untuk kerugian, belum bisa ditaksir. Kami akan laporkan kejadian ini ke pihak terkait yakni Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, karena kami menerima dampak," kata Menteri Ida Fauziyah.
Menaker Ida Fauziyah mengaku, BBPLK Cevest Bekasi memiliki pompa sedot air. Namun karena tingginya debit air, pompa tidak bisa bekerja maksimal.
"Makanya kami memilih untuk mengevakuasi peserta pelatihan yang terjebak banjir, toh pelatihan juga tidak bisa dilaksanakan saat ini. Nanti kalau sudah normal, kelas pelatihan ada di lantai bawah, untuk workshop di lantai atas. Supaya alat-alat aman," tambahnya.
BBPLK Cevest Bekasi merupakan lembaga pelatihan milik pemerintah pusat yang berada dibawah Kementrian Ketenagakerjaan. Di lokasi ini, tersedia tempat pelatihan untuk berbagai jurusan. Seperti IT, Elektronika, Pariwisata dan Teknik Pendinginan ata AC.
"Kami punya 21 BLK (Balai Latihan Kerja) di seluruh Indonesia. Kalau yang dibawah Pemda di Indonesia ada 305. Ini sepertinya hujan masih akan turun. Semoga banjir tidak terjadi di lokasi BLK lainnya. Disini kami tunggu semuanya surut dulu baru ada lagi pelatihan. Untuk peralatan kami akan pakai yang masih bisa diselamatkan, kalau yang tidak akan kita carikan alternatif lain," kata Menteri Ida Fauziyah.
Walaupun sudah beberapa kali terkena banjir, namun Kementrian Ketenagakerjaan belum berpikir untuk memindahkan lokasi BBPLK Cevest Bekasi. Sebab, lokasi BBPLK berada di tempat yang strategis dan hanya berjarak beberapa ratus meter dari kantor Pemerintah Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani.
"Kami akan cari akar masalahnya, Kalau ini karena luberan dari sungai (Kali Irigasi Kayuringin) sekitar sini, mungkin itu yang akan kami dorong untuk segera dilakukan. Baik melalui normalisasi atau membuat sodetan. Ini (BBPLK) cukup strategis, kalau dari pandangan saya ini belum perlu dipindahkan," tutup Menteri Ida Fauziyah.
Banjir di BBPLK Cevest Bekasi saat berita ini kami buat sudah berangsur-angsur surut. Bila pada Rabu kemarin mencapai hingga 2 meter, saat ini banjir hanya mencapai 80 centimeter hingga 1 meter.
Meski peserta pelatihan sudah di evakuasi, namun sejumlah pegawai dan petugas keamanan di BBPLK Cevest Bekasi masih bertahan, untuk menjaga barang berharga dan dokumen penting di lokasi tersebut.