Wagub Jabar Ingatkan Masyarakat Tidak Abaikan Ibadah Di Tengah COVID-19

  • Redaksi
  • 18 Maret 2020
  • 382
  • Bagikan:
Wagub Jabar Ingatkan Masyarakat Tidak Abaikan Ibadah Di Tengah COVID-19 Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum

BANDUNG – Kekhawatiran tertularnya Corona Virus Disease atau COVID-19, diharapkan tidak menurunkan masyarakat di Jawa Barat untuk melakukan ibadah. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dalam keterangan tertulisnya.


“Jangan sampai kekhawatiran ini menurunkan keimanan kita melaksanakan kewajiban agama. Apalagi, sebentar lagi kita memasuki Bulan Ramadhan,” katanya kepada Kabartiga.com, Rabu (18/03/2020).


Mustasyar Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat ini juga mengatakan, setiap menjalankan kewajiban sholat, umat Muslim diwajibkan berwudhu untuk menghilangkan najis. Tentunya dalam wudhu yang benar, virus di area tubuh pun dapat hilang.


“Saya kira tetap waspada, namun jangan panik. Setiap orang masuk masjid, mau salat pastinya berwudhu dulu. Dia kan sudah bersih dan ada doanya, islam itu sudah sempurna dalam segala hal,” ucapnya.


Selain itu, menurut Pria asal Tasikmalaya ini, shalat Jumat wajib dilaksanakan di masjid dan tidak bisa digantikan dengan salat dzuhur, terkecuali bagi musafir dan ada mawani atau ada alasan yang diperbolehkan.


Bahkan, pada zaman Rasulullah SAW, ibadah rutin Shalat Jumat bagi umat Muslim tetap dilakukan dalam kondisi perang, maupun musibah lainnya. Kendati demikian, Covid-19 tidak bisa menghalangi keimanan dan ketakwaan umat kepada Allah SWT.


“Masa masyarakat tidak akan jumatan, memang bisa digantikan dengan shalat dzuhur tapi kan harus jelas alasanya seperti musafir atau ada mawani alias ada alasan yang diperbolehkan,” ucap Kang Uu.


“Dulu juga tidak pernah mengabaikan, justru dengan adanya musibah ini kita harus bersabar, berikhtiar, berdoa untuk mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, makanya Kang Emil kan ada program subuh berjamaah,” tambahnya.


Sementara, dilain hal, orang nomor dua di Jawa Barat ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam membeli sesuatu seperti kebutuhan yang saat ini sedang langka; masker, hand sanitizer dan thermal gun.


Untuk mencegah terjadinya penularan virus ini, masyarakat disarankan menjaga batas interaksi, namun tidak mengurangi hubungan sosial antar sesama.


“Tidak usah panik dan dipaksakan membeli alat-alat itu, cuci tangan dengan air biasa juga bisa, kalau masker kan untuk orang yang sakit atau berada disekitarnya. Sementara untuk thermal gun kan bisa diganti juga dengan thermometer. Saya kira semua fungsinya sama. Jutru yang paling penting adalah taat melakukan social distancing,” terangnya.


Terkait stok pangan, Kang Uu menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) aman hingga bulan Ramadhan kedepan sekalipun adanya COVID-19.


“Stok pangan Jabar sekalipun ada peristiwai ini aman. Kasihan masyarakat kan sudah khawatir karena corona ditambah sembako susah jangan sampai itu terjadi, jangan khawatir untuk pangan kita aman, termasuk menghadapi Ramadhan kita juga sudah antisipasi,” katanya.



Disarankan untuk anda