KNPI Kota Bekasi Bantu Pemerintah Putus Rantai COVID-19

  • Redaksi
  • 25 Maret 2020
  • 453
  • Bagikan:
KNPI Kota Bekasi Bantu Pemerintah Putus Rantai COVID-19 Satgas PETA KNPI Kota Bekasi menyambangi satu-satu rumah warga dan membagikan cairan pembersih tangan dan disinfektan

BEKASI - Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Bekasi memberikan secara gratis cairan pembersih tangan dan disinfektan kepada warga. 


Pemberian dilakukan dari rumah ke rumah di pemukiman yang  yang belum masuk kedalam zona merah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 


Ketua Pelaksana Pemuda Tanggap Bencana (PETA) DPD KNPI Kota Bekasi, Jhon Effendi menjelaskan, pembagian cairan ini merupakan wujud kepedulian pemuda dalam membantu Pemerintah Kota Bekasi  memutus rantai covid-19. 


"Kita buat sendiri cairan ini dan kita bagikan secara langsung ke pemukiman warga yang belum masuk kedalam zona merah. Selain itu, kita bagikan juga untuk pengguna jalan dan sejumlah rumah ibadah," ungkapnya disela kegiatan, Selasa (24/03/2020). 


Jhon mengaku, selain membagikan cairan pembersih tangan dan disinfektan, PETA DPD KNPI Kota Bekasi mengajarkan cara mencuci tangan dengan benar. Warga pun juga tidak lupa diingatkan untuk tetap menjaga pola hidup yang bersih dan sehat. 


"Ada sedikit edukasi yang kami berikan ke warga. Ya, mungkin ini langkah-langkah kecil kita untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan pentingnya hidup bersih dan sehat," katanya. 


Ditempat yang sama, Richi Ramdani, Ketua PETA DPD KNPI Kota Bekasi mengatakan, pihaknya memproduksi sebanyak 300 botol disinfektan dan 300 botol pembersih tangan dengan ukuran 80 mililiter. 


"Kita usahakan turun dalam setiap agenda kemanusiaan. Saya harap masyarakat bersabar dan mematuhi himbauan pemerintah. Jaga kesehatan dan tetap sabar menghadapi musibah ini,“ tuturnya. 


Ia menegaksan, aksi sosial ini akan terus dilanjutkan hingga beberapa pekan kedepan atau semasa-masa kritis penyebaran Virus Corona. Ia juga membuka seluruh lapisan masyarakat yang berdonasi dalam produksi disinfektan dan hand sanitizer ini. 


“Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi warga,“ tandasnya. 


Data terakhir pada situs corona.bekasikota.go.id, pada tanggal 23 Maret 2020 tercatat sebanyak 180 Orang Dalam Pantauan (ODP) dengan kategori 151 orang masih dalam pantauan dan 29 orang telah selesai pemantauan. 


Untuk Pasien Dalam Pantauan (PDP) tercatat 86 orang dengan  78 orang masih dalam perawatan dan 8 orang telah dinyatakan sehat. Sementara untuk kasus yang terkonfirmasi atau positif terdapat 15 orang.



Disarankan untuk anda