Acungkan Jempol Sekolah Victory, Wali Kota Bekasi: Ini Bisa Jadi Role Model
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat berdialog dengan pihak Victory School
BEKASI – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melakukan pengecekan kesiapan proses kegiatan belajar mengajar ditengah tahapan adaptasi kehidupan baru. Kota Bekasi sudah dua kali melaksanakan tahapan tatanan kehidupan baru masyarakat aman Covid-19.
Sebab itu, untuk memulai kembali kegiatan belajar mengajar ditengah pandemik Covid-19 ini, Pemerintah Kota Bekasi mulai melakukan pengecekan sekolah.
“Jika kita melakukan dan berusahan untuk membuat sebuah perubahan, maka adaptasi itu tidak akan terpenuhi. Maka kita berinisiatif melakukan perubahan. Perubahan yang kita lakukan saat ini, bagaimana ditahap proses belajar mengajar ini bisa langsung bertatap muka,” ujar Rahmat, saat melakukan pengecekan kesiapan proses kegiatan belajar mengajar di Sekolah Victory, Kemang Pratama, Selasa (7/7/2020).
Menurutnya, standarisasi penerapan proses kegiatan belajar tatap muka yang dilakukan Sekolah Victory Bekasi dapat menjadi percontohan oleh sekolah di Kota Bekasi.
“Standarisasi yang sudah di paparkan oleh Victory, sangat luar biasa. Bahkan ini bisa menjadi role model oleh sekolah-sekolah lain, termasuk sekolah negeri. Bahkan tadi, ada kecenderungan yang melebihi batas normal, misal tadi ruang kelas yang bisa 20 siswa, mereka hanya menyiapkan,” pungkasnya.
Kendati demikian, Pemerintah Kota Bekasi baru dapat mempersetujui kegiatan belajar tatap muka yang dilakukan Sekolah Victory, apabila sudah ada surat permohonan yang diajukan.
“Tadi saya minta, agar Victory ini mengajukan standarisasinya ke kami, agar diberikan perizinan proses kegiatan belajar tatap muka dari seluruh proses belajar. Tadi kan ada PAUD, SD, SMP dan SMA. Bahkan nanti kita minta, jika sekolah-sekolah yang ingin ikut standarisasi, bisa melihat di Sekolah Victory ini, sebagai role model,” tutupnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berwacana akan membuka kegiatan belajar mengajar pada tanggal 13 Juli mendatang.
Hal ini dilakukannya, lantaran sudah membaiknya kondisi wilayah di Kota Bekasi yang semula berstatus zona kuninng, menjadi zona hijau.
Data tersebut di klaimnya dari jumlah pasien positif corona yang ada di 12 Kecamatan. Dari 1.013 RW, hanya 12 RW yang terdapat pasien positif corona. Hal itu diyakini kurang dari 1 persen.
"Artinya itukan tidak 10 persen dan itukan kurang lebih hanya 1 persen. Jadi masa kita meski khawatir dengan hal itu," kata Rahmat, dikutip dari wartakota.tribunnews.com, pada Minggu (5/7/2020).