DBD Kota Bekasi Meningkat 75 Persen

  • Redaksi
  • 22 Juni 2022
  • 462
  • Bagikan:
DBD Kota Bekasi Meningkat 75 Persen

BEKASI - Kasus Dema Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bekasi meningkat drastis. Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mencegah peneluran jentik nyamuk DBD dengan Menguras, Mengubur, Menutup dan Menjadi Jumantik Mandiri.


Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Nia Aminah Kurniati mengatakan, pihaknya mendata kasus DBD pada bulan Juni tahun 2022 terdapat 139 kasus.


Klasifikasinya untuk laki-laki sebanyak 49 Jiwa dan Perempuan 64 Jiwa. Data tersebut tersebar di 12 Kecamatan Kota Bekasi.


“Jika di akumulasi dari bulan Januari hingga bulan Juni per tanggal 17, totalnya ada 1.529 jiwa terinfeksi DBD. Dari data tersebut, 10 jiwa meninggal dunia,” ungkap Nia kepada wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Rabu (22/6/2022).


Nia menjelaskan, DBD di Kota Bekasi mengalami peningkatan yang signifikan, jika dibandingkan dengan kasus pada tahun sebelumnya.


Tahun 2021, sebanyak 2.004 jiwa terinfeksi dan 11 jiwa meninggal dunia. Data tersebut terakumulasi selama satu tahun. Sebab itu, masyarakat diharapkan melakukan antisipasi dengan cara pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.


“Jadi di kasus 2021 itu dari Januari sampai Desember, namun ini baru pertengahan tahun sudah segitu, artinya sudah 75 persen, ya mudah-mudahan tidak ada lagi kenaikan, karena dengan upaya dari pemerintah sendiri tidak bisa, jika tidak ada kesadaran dari masyarakatnya,” ucapnya.


Dinas Kesehatan, lanjut Nia, sudah melakukan langkah-langkah penanggunglangan DBD dengan melakukan sosialisasi, pembentukan kader jumantik, membuat ajakan psn dengan video yang isinya imbauan Wali Kota Bekasi tentang 4M plus, serta mengoptimalkan group antar puskesmas dan rumah sakit agar dapat berkoordinasi dengan cepat dalam penanganan kasus.


Kendati demikian, hal tersebut jika tidak diimbangkan dengan prilaku sehat masyarakat, upaya pemerintah dalam menekan kasus DBD di Kota Bekasi tidak akan maksimal.


“Kita sudah optimalkan pokja DBD di setiap Puskesmas, pembentukan gertak 1 rumah 1 jumantik (G1R1J) di setiap kelurahan yang bersinergi dengan Puskesmas dan Kelurahan, pelatihan pengenalan dan budidaya tanaman pengusir nyamuk DBD pada tingkat kota, pengenalan dan uji coba lilin aromatic pengusir nyamuk DBD yang bekerjasama dengan BBTKLPP Kemenkes RI di Kecamatan Mustikaja,”


“Pembentukan dan pelatihan satgas Gerakan Pembuatan Seribu Ovitrap (GESELAT), melaksanakan PSN setiap Jumat, serta supervise dan pemantusan PSN 4M plus oleh tim DBD Dinkes Kota Bekasi di setiap Kecamatan dan Kelurahan,” tutup Nia, serta mengajak masyarakat aktif dan tidak tidur pada waktu pagi dan sore hari, dimana pada waktu pagi terjadi pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dan waktu sore pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB.  (Al)



Disarankan untuk anda