Aktivis Muda Ini Galakan Cintai Produk Pakaian Bekas Lokal
Wisnu Wardhana, Aktivis JAMAN
JAKARTA – Aktivis kepemudaan JAMAN yang juga politisi PDI Perjuangan, Wisnu Wardhana menanggapi kebijakan larangan impor pakaian bekas oleh pemerintah adalah momentum bagi pemerintah untuk mengajak masyarakat meningkatkan rasa cinta kepada bangsa dan negara.
Menurut Wisnu, budaya thrifting sedang ngetren ditengah pemuda-pemudi Indonesia. Meskipun aktivitas thrifting telah berlangsung sejak lama, namun pergeseran era sosial dari generasi milenial ke generasi z menguatkan budaya tersebut.
Perang terhadap thrifting yang dilakukan pemerintah adalah upaya yang sangat baik. Aksi tegas melindungi terhadap industri tekstil dan turunannya yang lebih banyak didominasi oleh pelaku UMKM (TPT).
Tidak kalah pentingnya adalah pemerintah terus mensosialisasi kepada masyarakat bahwa membeli produk thrifting adalah perbuatan keji yang dapat mematikan usaha bangsa sendiri.
“Kan negara bisa mengusung tema nasionalisme sebagai narasi siapapun pelaku thrifting adalah penggadai kehormatan bangsa,” kata Wisnu.
Kendati demikian, ia juga tidak sepakat jika UMKM di bidang thrifting ini mati, lantaran ada kebijakan pemerintah pusat.
“Harus ada formula baru dari Pemerintah, bahwa mereka UMKM dibidang thrifting ini juga sudah berdiri. Sedikit banyaknya, mereka juga ada memberikan kontribusi untuk pemasukan negara,” tandasnya.
Wisnu juga menekankan kegigihan negara untuk hadir sekaligus meluruskan posisi aparatur hukum di mata warga setelah sekian lama tidak hadir dan melakukan pembiaran.