PBJ Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Dalam Pengadaan Barang & Jasa
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menghadiri Bussiness Matching Pengadaan Barang dan Jasa untuk mendukung keterlibatan Produk Lokal
BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi melalui Bagian Pengendalian Perangkat Jasa dan Barang menggelar kegiatan Business Matching 2025 di Revo Mall Bekasi, Rabu (5/11/2025). Sebagai upaya memperkuat eksistensi dan daya saing produk-produk lokal ber-TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan pelaku usaha, khususnya UMKM Kota Bekasi, dengan pihak pemerintah dan konsumen, sekaligus memfasilitasi perluasan pasar produk lokal yang telah memenuhi standar nasional.
Anjar Budiono, Kepala Bagian (Kabag) Pengendalian Perangkat Jasa dan Barang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung produk dalam negeri.
Lebih dari 75 persen produk pengadaan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi telah menggunakan produk lokal ber-TKDN. Pemerintah menargetkan hingga akhir Desember 2025 seluruh pengadaan mencapai 100 persen penggunaan produk dalam negeri.
“Kami ingin menjembatani produk-produk lokal agar lebih dikenal dan diprioritaskan, khususnya yang sudah memiliki sertifikat TKDN di atas 40 persen. Kalau memang tidak ada produk lokal yang memenuhi syarat TKDN, barulah kami membuka kemungkinan impor. Tapi prioritas utama tetap produk dalam negeri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap penggunaan produk lokal dilakukan melalui tim P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi.
Tim ini berfungsi memastikan setiap pengadaan barang dan jasa pemerintah memenuhi ketentuan TKDN sesuai peraturan.
Kegiatan Business Matching ini turut melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, hingga pelaku UMKM lokal yang menampilkan beragam produk unggulan mulai dari makanan, kerajinan tangan, hingga produk kebutuhan sehari-hari.
Anjar berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan semangat pelaku usaha lokal untuk terus berkembang. Kendati, dengan mendaftarkan diri di e-katalog dengan produk yang berTKDN.
“Kami ingin produk lokal Bekasi tidak hanya dikenal di tingkat kota, tapi juga bisa menembus pasar nasional bahkan ekspor ke luar negeri,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berupaya mewujudkan kemandirian ekonomi daerah dengan mendorong UMKM agar semakin berdaya saing dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal. (Advetorial/AL)