Komunitas PENA Semarakkan Budaya Literasi Lewat Program Pekan Literasi
Kegiatan Pekan Literasi yang digagas oleh Komunitas Pemuda Nusantara (PENA)
Kabartiga.com, Jakarta – Berangkat dari kesadaran akan redahnya minat baca di Indonesia serta kurang efektifnya upaya-upaya pengembangan kesadaran terhadap isu tersebut, sebuah Komunitas bernama Pemuda Nusantara (PENA) menggagas program bertajuk Pekan Literasi, pada Selasa (2/1/2018) di Taman Suropati, Jakarta.
Kegiatan Pekan Literasi sendiri dikemas dalam bentuk diskusi santai, membicarakan prihal Relevansi Literasi dan Modernisasi Setahun Mendatang. Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber Zainab Aidid, perwakilan Komunitas PENA dan Dhany Hunta, Penggiat sekaligus Pemerhati Literasi.
Menurut Ketua PENA, Muhajir Al-Hinduan, kegiatan Pekan Literasi ini dihadirkan dengan tujuan untuk kembali mengangkat literasi sebagai aspek yang mampu berperan besar dan luas dalam mengembangkan peradaban suatu bangsa.
“Kita ingin menilik kembali peran literasi untuk dijadikan tolak ukur kemajuan suatu peradaban, dalam hal ini peradaban bagi bumi Nusantara. Kebetulan sekarang kita telah memasuki Tahun baru, maka kami berharap ada semangat baru untuk bahu membahu menyemarakkan budaya literasi,” ujar Muhajir kepada Kabartiga.com, Rabu (3/1/2018) melalui pesan whatsapp.
Muhajir menilai, kemajuan teknologi saat ini ternyata tidak berjalan lurus dengan kemajuan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat. Padahal menurutnya, jika dimaksimalkan, masyarakat dapat memanfaatkan kehebatan teknologi di era digitalisasi ini untuk membangun kesadaran akan pentingnya literasi.
“Kita ingin mencari dan menemukan titik temu antara teknologi dan literasi, sehingga kriteria kemajuan suatu peradaban tidak hanya dinilai dari hebatnya teknologi semata, namun lebih kompleks dari itu. Dengan kata lain, kami percaya tingginya kesadaran terhadap literasi merupakan salah satu faktor majunya suatu peradaban,” ungkapnya.
Kegiatan Pekan Literasi ini sengaja di helat di ruang publik (baca: taman), untuk mengundang perhatian masyarakat luas tentang pentingnya menghidupkan tradisi literasi. Selain itu, untuk menghadirkan nuansa sastra dalam kegiatan tersebut, Komunitas PENA menampilkan beberapa karya dalam bentuk Puisi, Musik, Pantun dan lainya.
Komunitas PENA dalam perjalanannya memang memiliki konsentrasi serius dalam hal memajukkan kesadaran masyarakat terhadap budaya literasi. Hal ini telah mereka buktikan lewat program Gerakan Anti Amnesia Buku (GAAB).