Wali Kota Bekasi Inginkan RS Swasta di Kota Bekasi Merespon Cepat Warganya
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat meresmikan Rumah Sakit Mustika Medika
Kabartiga.com, Bekasi – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi inginkan keberadaan Rumah Sakit Swasta yang ada di Kota Bekasi merespon warganya dengan cepat dan tidak di persulit.
Hal itu diungkapkan pada saat meresmikan Rumah Sakit Mustika Medika, di Jalan Kelapa Dua, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, pada Kamis pagi (11/1/2018).
“Prinsipnya, rumah sakit swasta, puskesmas, RSUD jangan menelantarkan warga Kota Bekasi. permudah persoalan-persoalan rutinitas, jangan karena persoalan rutinitas rakyat dikorbankan,” ungkap Rahmat.
Rahmat juga berharap, keberadaan Rumah Sakit Mustika Medika, yang menjadi rumah sakit ke-43 di Kota Bekasi ini, juga menerima keberadaan Kartu Sehat berbasis NIK yang menjadi program prioritas Pemerintah Kota Bekasi.
“Tadi saya sudah bilang pricenya sama, kelasnya sama tapi berikan reward dan punishment berupa pembayaran yang tidak lama, minggu ke empat kelima sudah harus dibayar. Pada saat masyarakat merasakan manfaat dari kartu sehat, disitu pemerintah menempatkan rakyatnya diatas objek yang sebenarnya,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu turut hadir, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Camat Mustikajaya, Aty Rosaty, Kepala Puskesmas Pedurenan, dr. Nurdin, Kepala Puskesmas Cimuning, Nina Febriayanti.
Perkembangan rumah sakit di Kota Bekasi, kata Rahmat, sejak dirinya menjabat sebagai Plt. Wali Kota, hingga menjadi Wali Kota saat ini, pertumbuhan rumah sakit cukup pesat. Hal itu disebabkan karena adanya kemudahan yang diberikan pemerintah Kota Bekasi terhadap pendirian rumah sakit.
“Apalagi dengan adanya kartu sehat yang telah dikeluarkan sejak tahun 2012 kalau dahulu orang perorang dan dengan indikator dan parameter misalnya rumahnya belum keramik, ditembok dan penghasilan enam ratus ribu sebulan,“ katanya.
“Namun saat ini kartu sehat ini berbasis NIK yang setara dengan kalau dirumah sakit swasta itu kelas tiga, jangan minta kelas dua atau satu apalagi minta pavilion, kartu ini juga tidak dipungut biaya bulanan, tidak perlu rujukan klinik atau puskesmas atau RTdan RW atau lurah,” tambah Rahmat.
Direktur PT. Mustika Keluarga Sejahtera, Drg. Catur menjelaskan, Rumah Sakit Mustika Medika ini sebelumnya adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak, yang dibangun pada April 2015 lalu.
Namun seiring berjalannya pembangunan, Rumah Sakit ini dirubah menjadi rumah sakti umum karena tata letaknya yang berada ditengah pemukiman warga.
“Rumah Sakit Mustika Medika ini pada mulanya adalah rumah sakit ibu dan anak karena berada dilokasi perumahan, namun setelah berkomunikasi dengan teman-teman di ARSSI maka berubah menjadi rumah sakit umum agar semua kebutuhan masyarakat terpenuhi,” jelasnya.
Rumah Sakit Mustika Medika ini dilengkapi dengan fasilitas ruang Sepesialis Laboratorium, Radiologi, Anastesi, UGD dengan delapan Bed, serta ruang ICU dengan tiga bed yang siap digunakan.
Selain itu, lanjut Catur, RS Mustika Medika ini memiliki 50 tempat tidur dan dokter sepesialis dasar, yakni enternis, anak bedan dan kandungan.
“Pada awal operasional ini kami menyediakan 50 tempat tidur yang dilengkapi oleh dokter-dokter yang lengkap, empat spesialis dasar kita punya yaitu enternis, anak, bedah dan kandungan serta ditunjang dengan spesialis labolatorium dan spesialis radiologi dan spesialis anastesi, untuk fasilitas UGD ada delapan bed, dengan fasilitas perawatan ICU ada tiga bed, kita sudah siap” tutupnya.