Medan Satria Lakukan Penataan Wilayah Sebagai Gerbang Perbatasan Bekasi dan Jakarta
Wali Kota Bekasi, Camat dan FKRW Medan Satria melakukan pendatanganan kesepakatan bersama
Kabartiga.com, Bekasi – Banjir di wilayah Kecamatan Medan Satria akan segera teratasi tahun ini. Camat Medan Satria, Taufik Rahmat mengatakan, persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayahnya itu akan segera tertangani, dengan dibuatkannya tandon seluas 3 heaktar.
“Kalau sekarang ini kan tandonya sudah dibangun, cuma baru 1 heaktar, dan kita sudah mengusulkan akan tambah menjadi 3 haktar. Nanti kalau tandonnya sudah jadi, lokasi catchment areanya ada di wilayah Kali baru,” ujarnya kepada kabartiga.com, di Perumahan Boulevard Hijau, Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria, Kamis malam (11/1/2018).
Persoalan banjir di Kecamatan Medan Satria, lanjut Taufik, terjadi di tiga kelurahan, dintaranya yang paling ekstrem adalah kelurahan Pejuang.
“Di pejuang itu, hampir seluruh wilayah yang ada di Harapan Indah, pokoknya itu hampir enam RW terkendala banjir,” katanya.
Menurutnya, Banjir yang terjadi selama ini disebabkan karena tingginya posisi kali, dengan jalanan. Selain itu, aliran air dari hulu hingga ke hilir, yang berada di perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi tersendat.
“Dulu memang posisinya itu Catchment area, yang posisinya rendah. Makanya sekarang dengan posisi kali itu dari hulu ke hilir, air mengalirnya deras, di hilirnya mampet, di kabupaten. Itu kan kalinya kali kapuk,” ungkap Taufik.
Upaya lain, dalam rangka menekan jumlah debit air yang masuk di pemukiman warga, Pemerintah Kota Bekasi pun sudah melakukan penurapan dan normalisasi di sepanjang kali kapuk. Namun upaya itu kata Taufik, belum sepenuhnya tuntas, meski aliran air dari kali kapuk sudah mulai lancar.
“Kemarin itu kan kita lakukan pembongkaran bangunan yang arah ke kali kapuk, Alhamdulillah kita sudah lakukan penurapan dan normalisasi, sampai wilayah kabupaten sudah lancar. Tetapi, di Kabupatennya masih belum karena persoalan ini harus lintas wilayah,” tandasnya.
Taufik juga membeberkan, lokasi lainnya seperti di Harapan Mulya, yang masih terkendala sama persoalan banjir, akibat dari pembiaran pengurusan kanal yang berada di samping perumahan Summarecon Bekasi oleh warga.
“Harapan Mulya itu terdampak karena warga tidak mengurus kanal yang berada di sepanjang jalan samping perumahan Summarecon Bekasi, banyak yang membuag sampah kesitu. Kanal itu berujung ke Kali Baru. Sudah itu, diamter kanal pun kecil, sehingga air tersendat disitu juga,” pungkasnya.
“Begitu juga di wilayah Pangeran Jayakarta, itu juga akan kita tata,” sambung Taufik.
Sementara, khusus di Kelurahan Medan Satria, Taufik menjelaskan, tidak adanya saluran yang terintegrasi di sepanjang jalan Sultan Agung, mulai dari perbatasan Kota Bekasi-Jakarta Timur, hingga ke wilayah Bekasi Barat.
“Di Medan Satria itu bukan tidak adanya banjir, ada banjir karena terdampaknya tidak ada saluran yang terintegrasi, khusunya di Jalan Sultan Agung,” ulasnya.
Selain banjir, Kecamatan Medan Satria, juga mengusulkan penataan infrastruktur, sebagai wilayah yang menjadi gerbang dari perbatasan Kota Bekasi-Jakarta Timur dan Utara ini.
“Kita ingin, sebagai wajah utama dari perbatasan Jakarta, begitu masuk ke Medan Satria, melihat penataan infrastruktur di Kota Bekasi itu bagus, mulai dari pedestrian, median jalan, saluran dan taman. Itu yang memang kita usulkan juga,” paparnya.
Taufik berharap, penadatangan kesepakatan Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) di Kecamatan Medan Satria ini dapat menjadi ujung tombak masyarakat bersama pemerintah Kecamatan Medan Satria.
“FKRW Medan Satria ini sebagai ujung tombaknya masyarakat untuk bersinergi bersama pemerintah, agar mengakomodir usulan yang menjadi kepentingan masyarakat Medan Satria,” tutupnya.
Dalam penadatanganan tersebut, dihadiri langsung Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Asisten Daerah, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PAN, Abdul Muin Hafied, Danramil 01/KRJ, Kapolsek Medan Staria, Ketua FKRW Medan Satria, Maryadi, Camat Medan Satria, Taufik Rahmat serta empat lurah dan tokoh masyarakat setempat.