Program Pendidikan Adhy Firdaus Hanya Retorika di Pilkada Kota Bekasi

  • Redaksi
  • 01 April 2018
  • 429
  • Bagikan:
Program Pendidikan Adhy Firdaus Hanya Retorika di Pilkada Kota Bekasi Program Pasangan Calon Nomor Urut 2 di Pilkada Kota Bekasi 2018

Kabartiga.com, Bekasi – Tokoh Pemuda Kota Bekasi, Novarel S Zuhri mempertanyakan konsep pendidikan yang menjadi salah satu program unggulan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 2.



Pasalnya, kata dia, Adhy Firdaus adalah mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi periode 2012-2017, yang kini yang kini mencalonkan diri sebagai pasangan Nur Suprianto di Pilkada Kota Bekasi 2018-2023.



“Seperti apa sih konsep pendidikan yang akan dibawa oleh Adhy Firdaus untuk Kota Bekasi kedepan? Dia kan mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi,” tukasnya kepada kabartiga.com, Minggu (01/4/2018).



Novarel pesimis untuk menggunggulkan Adhy Firdaus di Pilkada Kota Bekasi 2018 ini. Sebab menurutnya, pendiri Yayasan Adhy Group itu dinilai hanya beretorika terhadap konsep program pendidikan yang dimilikinya untuk Kota Bekasi.



Hal itu terlihat dari tanggungjawabnya terhadap kampus Adhy Niaga yang dibekukan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2015 lalu.



“Ini sangat kontradiksi dengan program yang dimiliki oleh Adhy Firdaus untuk Kota Bekasi kedepan. Apa iya, program pendidikan yang menjadi visi paslon nomor urut 2 ini, bisa terlaksana? untuk lingkup kampus yang kecil saja, tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.



Kampus Adhy Niaga milik Adhy Firdaus dibekukan pada tahun 2015 lalu oleh Menristek Mohammad Nasir karena tidak memenuhi syarat penyelenggaraan pendidikan tinggi.



“Situasi dan nasib Mahasiswa kampus Adhy Niaga adalah tanggung jawab moral ketua yayasan dan itu adalah cermin buruk pendidikan secara khusus di Kota Bekasi,” ucap Novarel.



Novarel menjelaskan, bahwa pendidikan adalah hal terpenting dalam tatanan masyarakat, yang sudah menjadi keharusan negara untuk memikirkannya.



“Pendidikan menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa bagi setiap Negara. Kalau kampusnya saja tidak bisa diurus, bagaimana untuk Kota Bekasi?” tutupnya.



Disarankan untuk anda