Polisi Tetapkan HS Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Pondok Melati

  • Redaksi
  • 17 November 2018
  • 15
Polisi Tetapkan HS Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Pondok Melati Harris Simamora, pelaku pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Bekasi (foto: Islampos)

Kabartiga.com, Bekasi – Polisi tetapkan Harris Simamora sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.


HS diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban yang dibunuhnya, pada Senin (12/11/2018). Pembunuhan sadis tersebut berhasil diungkap Polisi, setelah beberapa saksi dilakukan pemeriksaan.


Baca juga : Satu Keluarga di Pondok Melati Diduga Tewa Terbunuh 


Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, pihaknya berhasil menangkap pelaku di Kabupeten Garut, saat hendak mendaki Gunung Guntur.


“Kami mendapatkan pelaku saat hendak mendaki Gunung Guntur di wilayah Garut. Penangkapan dilakukan bersama tim Polres Garut, pada Rabu malam (14/11/2018),” tulis Argo dalam rilisnya.


HS melakukan aksinya setelah Daperum Gaban Nainggol beserta istri dan anaknya terlelap tidur. Menurut keterangan pelaku, kata Argo, sebelum terjadi, korban dan pelaku bercekcok mulut, yang mengakibatkan pelaku sakit hati.


Baca juga : Surat Terakhir Sarah Untuk Maya Sebelum Dibunuh 


“Pelaku datang pada pukul 21.00 WIB yang berniat menginap di rumah korban. Korban dan pelaku sempat cekcok, hingga pelaku sakit hati. Sekira pukul 23.00 WIB, setelah korban dan anak korban mulai beristirahat, pelaku mengaku masih bermain handphone di dapur. Ketika itu juga timbul niat pelaku untuk menghabisi nyawa korban,” ungkapnya.


Paluku membantai habis satu keluarga tersebut dengan satu buah linggis, yang dihantamkan ke kepala dan leher Daperum serta istri. Sementara anak korban di cekiknya hingga kehabisan nafas.


“Pelaku membawa linggis tersebut dari dapur. Korban pertama yang dipukul serta di gorok lehernya menggunakan linggis adalah Daperum. Setelah itu baru Maya, yang merupakan istri dari Daperum sendiri. Kedua korban dipukul kepalanya dan di gorok lehernya. Sementara anaknya di cekik hingga kehabisan oksigen,” bebernya.


Setelah satu keluarga tersebut tewas, sambung Argo, pelaku mengecek isi lemari korban, yang berisi uang Rp 2 Juta dan kunci mobil merk Nissan X-Trail. Pelaku pun melarikan diri dengan mobil korban.


Baca juga : Mobil Nissan X-Trail Korban Pembunuhan Satu Keluarga, Ditemukan 


“Setelah menghabiskan satu keluarga tersebut, pelaku mengecek lemari yang ada di dalam kamar, dan melihat uang sebesar sekitar Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) dan kunci mobil Merk Nissan X-Trail warna Silver No.Pol B 1075 UOG yang merupakan milik korban,” jelasnya.


Argo menambahkan, pelaku melarikan diri ke wilayah Cikarang. Di daerah Tegal Danas, linggis yang dijadikan alat untuk membantai satu keluarga tersebut, dibuang pelaku ke Kalimalang.


“Di jembatan Sungai Kalimalang yang ada di Jalan Raya Tegal Danas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, HS membuang barang bukti yang digunakan untuk melakukan pembunuhan yaitu linggis ke dalam sungai Kalimalang," tutur Argo.


Dari hasil pemeriksaan, polisi berhasil mengamankan 1 buah dompet, tas pinggang dan 3 unit handphone bermerk Oppo dan Samsung. Selain itu, juga didapati identitas pelaku dalam dompet seperti KTP, STNK motor honda bernomor polisi B 4662 FPU, SIM dan ATM serta kunci kontak mobil korban dan uang tunai sebesar Rp 3.400.000.


Akibat perbuatannya, HS dikenakan pasal 365 ayat (3) KUHP dan atau pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun atau seumur hidup selama waktu tertentu, maksimal 20 tahun kurungan penjara.


Reporter : Afu

Editor : Muhammad Alfi



Disarankan untuk anda