Banjir Rawalumbu, Winoto Sebut Butuh Anggaran Besar
Winoto Temui Sejumlah Tokoh di Rawalumbu di Kediamanannya
BEKASI – Mantan Anggota DPRD Kota Bekasi, Winoto, SH, mengakui persoalan banjir di Rawalumbu bukanlah hal yang baru. Penanganan banjir ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Tentunya hal itu tidak bisa dikerjakan sendirian.
Selama dua periode di DPRD Kota Bekasi, Winoto kerap menerima keluhan warga pada setiap jaring aspirasi (reses) yang dilakukannya. Bukan hanya pada persoalan kesehatan dan pendidikan, namun perbaikan infrastruktur menjadi hal yang utama.
“Kebetulan warga di Rawalumbu, khususnya dari jembatan 0 sampai 9 itu sering bersentuhan langsung sama saya, mereka selalu menceritakan kekhawatirannya jika hujan turun agak lama, karena kali di dekat perumahan mereka itu cepat sekali naiknya. Ya itu disebabkan gorong-gorong di jembatan 0 yang sempit,” ujar Winoto kepada Kabartiga, Kamis (25/4/2019).
Baca Kabar: Banjir di Rawalumbu Masih Dikeluhkan Warga di Reses 3 Winoto
Ia mengaku, ini bukan pekerjaan rumah yang dapat diselesaikannya sendiri. Keberadaan sembilan anggota dewan yang berasal dari dapil tiga (Kecamatan Rawalumbu, Mustikajaya dan Bantargebang), harus mempusatkan perhatiannya di jembatan 0 tersebut.
“Banjir ini bisa diselesaikan, apabila semua anggota dewan yang terlahir dari dapil 3 ini bergotong royong, mengumpulkan dana yang bersumber dari aspirasi mereka masing-masing. Tapi sayang, kepedulian itu minim,” pungkasnya.
Meski banyak warga yang mengakui kinerjanya baik, selama duduk di Chairil Anwar, Winoto tidak ingin mengelukan dirinya. Ia berharap, 10 anggota dewan dari dapil 3, tidak membeda-bedakan konstituen yang tidak memilihnya, sehingga aspirasi warga dapat ditangani secara bersama.
“Di Pemilu ini, sepertinya saya tidak lagi duduk disana (DPRD Kota Bekasi), tapi saya masih punya banyak harapan kepada para calon anggota dewan yang berasal dari dapil ini, untuk memperhatikan persoalan banjir diwilayah ini,” tandasnya.
Salah satu Tokoh masyarakat di RW 07, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, mengakui banyaknya perubahan yang telah dilakukan Winoto. Ia menilai, banjir di Rawalumbu butuh tangan-tangan para anggota dewan lainnya.
Baca Kabar: Pemkot Bekasi: Menyelesaikan Banjir Rawalumbu Harus Komprehensif
“Kalau soal infrastruktur memang disini itu sudah 90 persen rampung, cuma masih ada kendala yang sampai hari ini belum terealisasi, yaitu banjir. Solusinya itu ada di gorong-gorong yang ada di jembatan kosong itu, jika dibongkar, maka banjir di Rawalumbu akan selesai dan waktu itu sudah sempat disampaikan ke Pak Winoto, tapi kan tidak bisa diselesaikan oleh beliau sendiri, sementara banyak anggota dewan yang ada di dapil ini, hanya diam saja,” kata Ruslan.
Hal sama juga diungkapkan, Buhori, Tokoh Warga di RW 014 Bojong Rawalumbu ini, mengakui kinerja mantan Ketua DPC Hanura Kota Bekasi itu. Selama ini, Winoto dianggap mampu merealisasikan aspirasi warganya.
“Beliau sangat peduli dengan lingkungan kami selama ini, makanya saya denger beliau tidak terpilih di pemilu ini, saya merasa kehilangan. Sebab selama ini perlu kita akui, kalau beliau sangat respon dan peduli sama lingkungan kami, hanya beliau yang peduli dengan warga kami,” ucapnya.
Buhori menyayangkan, Winoto tidak terpilih kembali di Pemilu 2019 ini. Ia mewakili warga di RW 014 mengucapkan rasa terimakasihnya atas dedikasi Winoto selama ini.
“Saya dan warga disini sangat terbantu selama beliau menjadi dewan. Apa yang menjadi usulan kami selalu direalisasikan. Sekarang kami mau mengadu kesiapa lagi, kalau beliau tidak terpilih di pemilu ini? Cuma beliau yang peduli sama lingkungan kami,” tandasnya.