Eksploitasi Air Tanah Salah Satu Faktor Kekeringan di Kabupaten Bekasi

  • Redaksi
  • 01 Juli 2019
  • 577
  • Bagikan:
Eksploitasi Air Tanah Salah Satu Faktor Kekeringan di Kabupaten Bekasi Puluhan heaktar sawah mengering, akibat tidak adanya suplai air (foto:detik.com)

BEKASI – Beberapa bulan terakhir, sejumlah warga di Kabupaten Bekasi alami kekeringan akibat maraknya eksploitasi air tanah yang berlebihan. Sedikitnya tercatat, baru ada 300 perusahaan yang telah mengantongi izin pengusahaan air tanah di tahun 2018.


Staf Bidang Kemanusiaan Mahamuda, Asep Sopyan mengatakan, kekeringan meluas setiap harinya di Kabupaten Bekasi. Ini di tenggarai adanya ekspolitasi air tanah yang berlebihan. Tidak lebih, dari 200 ribu perusahaan industri di Kabupaten Bekasi, sedikitnya baru 300 perusahaan yang telah mengantongi izin air tanah.


“Bekasi ini Kota Industri, baik itu yang industri rumahan, maupun pabrikan, pasti mereka menggunakan air untuk kebutuhan komersilnya. Asumsi saya, dari 200 ribu lebih pelaku industri di Kabupaten Bekasi, baru 300-an yang mengantongi izin. Artinya masih banyak pelaku usaha yang tidak berizin untuk mengambil air tanah,” ungkapnya kepada Kabartiga, Senin (01/7/2019).


Eksploitasi air tanah ini juga berimplikasi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi. Asep menjelaskan, sejak tahun 2016, hingga 2018 PAD dari air tanah di Kabupaten Bekasi berjalan statis, yang hanya di target Rp 4.500.000.000 setiap tahunnya. 


“Selama 3 tahun ini targetnya statis, hanya 4,5 Milliar namun tak pernah tercapai target. Di Kota Bekasi Saja sudah mencapai belasan Milliar target PADnya. Artinya ada kelalaian dari SKPD Terkait dalam penegakkan amanah Perda Kabupaten Bekasi Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pajak Daerah dan Pergub Nomor 50 tahun 2017. Karena hal ini sangat berkorelasi pada lost-nya penggunaan Air tanah yang cenderung minim saat-saat ini,” pungkasnya.


Tidak heran, lanjut Asep, setiap tahunnya warga di Kabupaten Bekasi alami kekeringan air. Hal itu bisa saja terjadi karena faktor eksploitasi air tanah yang berlebihan dari perusahaan industri yang ada.


“Perlu diketahui bahwa Bencana kekeringan ini terjadi setiap tahunnya di Kabupaten Bekasi. Berbagai pihak terus mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memberikan dan menjalankan Solusi jangka panjang, selain menjalankan program jangka pendek seperti pemberian air bersih kepada korban kekeringan,” tutupnya.



Disarankan untuk anda