Forbes Soroti Perkembangan Kota Bekasi

  • Redaksi
  • 23 September 2019
  • 644
  • Bagikan:
Forbes Soroti Perkembangan Kota Bekasi Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto (kanan tengah) menghadiri diskusi santai yang diselenggarakan Forbes di Saung Underpass, Bekasi Timur

BEKASI - Sebagai daerah urban yang dekat dengan ibukota Negara (DKI Jakarta), Kota Bekasi terus melakukan penataan wajahnya, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga terbukanya keran investor yang menjamur. 


Tentunya seiring dengan perkembangan tersebut, kebutuhan masyarakat Kota Bekasi akan kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan juga semakin tinggi. 


Ketua DPD GPN Kota Bekasi, Leonardo mengatakan, Kota Bekasi memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, yakni 2,8 juta jiwa. Wajar, jika Kota Bekasi menjadi salah satu pasar untuk perputaran perekonomian di Indonesia. 


"Fakta yang terjadi saat ini seperti itu, bahwa Kota Metropolitan ini (Kota Bekasi), banyak terbangun mall, hotel dan restoran. Artinya, perputaran uang di Kota Bekasi cukup pesat. Tentu hal itu harus berimbang dengan kebutuhan kesehatan, pendidikan, tenagakerja dan juga meningkatkan UMKM yang ada," ucapnya kepada Kabartiga, selepas Diskusi Santai bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Saung Underpass, Bekasi Timur, Minggu siang (22/9/2019). 


Diskusi yang diinisiasi oleh Organisasi Masyarakat Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) dan Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) ini bertajuk "Secangkir Kopi" bersama Mas Tri Adhianto. Forbes menyoroti berbagai hal seperti Kesehatan, Pendidikan, Ketenagakerjaan dan UMKM yang kian dikeluhkan masyarakat Kota Bekasi belakangan ini. 


Leo melihat, bahwa pengangguran di Kota Bekasi tidak berangsur kurang setiap tahunnya. Kendati, perlu adanya solusi dari kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi. 


"Seiring dengan perkembangan zaman yang sudah serba digital saat ini, tentunya harus lebih mudah lagi bagi para pencari kerja di Kota Bekasi. Pemkot Bekasi dengan kemampuannya harus bisa memberikan fasilitas kekaryaan kepada setiap lulusan baru. Setiap tahun kelulusan siswa SMA dan SMK, tapi semakin banyak saja pengangguran. Artinya, butuh keahlian atau keterampilan yang nantinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri," tandas mantan Aktivis Forum Kota (Forkot) 98 ini. 


Sementara Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi fokus Pemkot Bekasi saat ini, diantaranya infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.


Tetapi hal itu bukan berarti meninggalkan kepentingan yang lain. Sebagai contohnya adalah Smart City yang digaungkan beberapa tahun lalu. 


"Kita sedang berupaya saat ini, semua yang dilakukan itu harus menggunakan teknologi. Sudah bukan zamanya lagi konvesional. Tetapi kan segala sesuatunya juga harus didukung oleh SDM yang ada. Sebab itu, sekarang kita lagi lakukan uji coba di beberapa sektor yang nantinya bisa memenuhi kebutuhan pelayanan terhadap masyarakat," pungkasnya. 


Seiring dengan perkembangan tatanan perkotaan di Kota Bekasi, Tri menilai konsep hidroponik dan aquaponik menjadi solusi bagi petani-petani yang ada. Trend hidroponik dan aquaponik ini menjadi solusi bagi petani atau pelaku usaha di bidang pangan. 


"Konsep hidroponik dan aquaponik ini menjadi solusi saat ini, dimana dengan keterbatasan lahan yang ada, petani-petani kita bisa tetap bertani, bisa tetap ternak ikan. Bayangkan, diatasnya dijadikan tanaman sayur, dibawahnya dibikin ternak ikan. Sudah gitu, air ternak ikan itu juga menjadi makanan buat tanaman yang diatas, ini saling mengisi. Tanaman memberikan oxigen bagi ikan, air yang diisi ikan ini bisa menghidupkan tanaman," tutup Tri, yang juga Ketua DPC PDIP Kota Bekasi ini.



Disarankan untuk anda