Rahmat Effendi Sikapi Dingin Soal Gagalnya Golkar Raih Kursi AKD

  • Redaksi
  • 07 Oktober 2019
  • 354
  • Bagikan:
Rahmat Effendi Sikapi Dingin Soal Gagalnya Golkar Raih Kursi AKD Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi

BEKASI – Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Kota Bekasi beberapa waktu lalu, yang menimbulkan polemik singkat atas tidak dapatnya porsi kursi pimpinan AKD oleh Fraksi Golkar, di sikapi dingin oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi.


Ia menilai kegagalan Fraksi Golkar dalam memperoleh kursi pimpinan AKD DPRD Kota Bekasi, bukanlah hal yang mengherankan. Bahkan pada 2014 lalu, PDIP juga mengalami hal serupa.


“Kalau sudah engga dapet emangnya kenapa? Politik kan biasa. Di pusat dulu 2014, PDIP tidak dapat kursi pimpinan DPR RI. Itu hal yang biasalah dalam politik,” ungkap Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi, usai menghadiri Rapat Paripurna RAPBD 2020 Kota Bekasi, di DPRD Kota Bekasi, Senin (7/10/2019).


Pepen menilai eksekutif dan legislatif memiliki peran yang sama dalam akselerasi pembangunan daerah. Walupun kursi AKD DPRD Kota Bekasi, tidak diisi oleh perwakilan Fraksi Golkar. 


“Yang penting sekarang kinerjanya. Mau sendirian atau bersama, dalam Undang-Undang Pemerintah Daerah itu ada eksekutif dan legilatif. Dalam akselerasi Pemerintah Daerah itu tidak ada istilah pengkelompokan, yang ada penyelesaian RPJMD, Renstra, dan juga Renja,” ucapnya.


Dalam penyelesaian yang disebutkan itu, menurutnya DPRD akan menjalankan perannya sebagai lembaga legislasi, budgeting dan kontrol atas kerja-kerja eksekutif.


“Kita bekerja sama-sama menyampaikan fungsi masing-masing. Fungsi-fungsi kita ini, kita maksimalkan perannya untuk masyarakat,” pungkas Pepen.


Sebelumnya, pada Jumat (4/10/2019), fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi meminta agar ditundanya sidang Paripurna penetapan pimpinan dan anggota AKD, yang dinilai tidak sesuai mekanisme tata tertib DPRD dan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018.


Dariyanto, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi melihat tidak adanya vooting atau pengambilan suara terbanyak, ketika dalam musyawarah pembentukan AKD tidak ditemukannya mufakat.


Ungkapan tersebut dilontarkan Dariyanto saat sidang Paripurna kembali berjalan, setelah dicabutnya skorsing 15 menit oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro, sebagai pimpinan sidang.


Baca : Fraksi Golkar Meradang, PKS dan PDIP Dominasi AKD DPRD Kota Bekasi 



Disarankan untuk anda