Jelang Pelantikan Presiden Jokowi, PDIP Perintahkan Kader Jaga Kondusifitas
BEKASI – Konstelasi politik pada Pemilu lalu, yang menetapkan Joko Widodo dan KH Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 telah final secara demokrasi.
Proses pemilu pun telah berlalu. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin terpilih atas keputusan demokrasi. Apabila masih ada kelompok yang tidak terima atas keputusan tersebut, maka bisa dilakukan pada lima tahun mendatang di Pemilu selanjutnya.
Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Organisasi dan Keanggotaan, Sukur Nababan, di Graha Delima, Jalan Inspeksi Kalimalang, Selasa (15/10/2019).
“Pemilihan Presiden telah selesai, rakyat sudah menentukan pilihan, KPU sudah memutuskan, asas demokrasi itu suara rakyat, suara Tuhan. Jadi kalau rakyat sudah memutuskan, harusnya semua juga menerima. Jangan sampai karena menang dan kalah, Negara kita ini kacau balau,” pungkasnya.
Kondusifitas jelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, tidak hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum, namun menurut Sukur, ini adalah tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia.
“Ketika keputusan sudah ditetapkan, rakyat sudah memilih, ini harus di hormati. Ini adalah harga diri bangsa Indonesia. Maka seluruh stakholder dan masyarakat, harus bertugas mengamankan saat pelantikan nanti. Ini bukan hanya soal Pelantikan saja, tapi ini persoalan Bangsa untuk lima tahun kedepan, agar kita melanjutkan pembangunan,” ujarnya.
DPP PDI Perjuangan juga menginstruksikan kepada kadernya di seluruh Indonesia, agar membantu kondusifitas jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden nanti.
Sementara, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Mochtar Mohamad memastikan, jelang pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Jawa Barat kondusif.
“Kita harus mengawal suksesnya pelantikan Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin. Ini berlaku bagi kader PDI Perjuangan di Jawa Barat di 27 Kabupaten dan Kota. Kita juga sudah siapkan pasukan inti, untuk pengamanan di 20 Oktober mendatang,” pungkas mantan Wali Kota Bekasi ini.
Menurutnya, PDI Perjuangan di Jawa Barat juga sudah mereduksi ancaman-ancaman yang berbau radikalisme dan terorisme. Antisipasi kelompok-kelompok tersebut menjadi tanggungjawab di setiap pimpinan cabang kabupaten dan kota.
“Jabar hari ini kondusif. Kita sudah lakukan antisipasi, bahkan kita sudah mempersiapkan tim khusus untuk pengamanan di semua cabang, dan ini sudah di rapatkan di DPP PDI Perjuangan,” tukasnya.