Tinjau Bogor, Wagub Uu Serahkan Bantuan 1,5 Milyar

  • Redaksi
  • 05 Januari 2020
  • 432
  • Bagikan:
Tinjau Bogor, Wagub Uu Serahkan Bantuan 1,5 Milyar Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum meninjau lokasi bencana longsor dan banjir di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (04/01/2020). (Foto: Yana/Humas Jabar)

BOGOR - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau lokasi bencana longsor dan banjir di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (04/01/2020). 


Beberapa titik jalan utama terlihat tak dapat dilalui, akibat timbunan longsor yang menutupi. Sejumlah alat berat pun terus berupaya melakukan evakuasi tumpukan tanah, agar jalan dapat kembali di akses oleh warga sekitar. 


Setibanya di Desa Pasir Madang yang hampir seluruhnya tertimbun longsor, Uu langsung mendatangi posko pengungsian warga di Puskesmas dan Kantor Kecamatan Sukajaya sekaligus mengecek ketersediaan logistik dan kondisi warga.


Dalam agenda tersebut, Uu juga menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, senilai Rp 1,5 Miliyar yang diterima oleh Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. 


"Ini bantuan dari pemerintah provinsi, kami serahkan kepada pemerintah Kabupaten Bogor yang kemudian diserahkan kepada masyarakat terdampak," ujar Uu.


Adapun berdasarkan pantauan dari lokasi kejadian, bantuan logistik terus berdatangan kepada korban bencana banjir dan longsor di tiga kecamatan yaitu Sukajaya, Cigudeg, dan Jasinga.


Uu pun berpesan agar warga tetap waspada karena cuaca cukup ekstrem diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan.  Ia juga menjamin bahwa pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, TNI/Polri, hingga relawan akan terus siaga. 


"Masyarakat harus tetap waspada dan bersabar, tabah dan tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT, jangan khawatir kami bersama semua pihak akan membantu," ucap Uu.


Untuk meminimalisir agar kejadian serupa tidak terulang, Uu mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang berdampak pada bencana. Sebab, menurut laporan yang diterimanya, masih ada warga yang salah melakukan pola tanam di kemiringan tebing yang rentan terjadi longsor. 


"Jangan melakukan kegiatan yang berakibat pada bencana, memang terasanya tidak akan sekarang tapi di masa mendatang. Maka harus peduli terhadap lingkungan," tutur Uu. 


"Tidak tertutup kemungkinan bencana ini berawal dari tangan manusia yang tidak bertanggung jawab karena itu kita harus waspada terhadap bencana agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang," tambahnya. 


"Terima kasih kepada relawan, komunitas, masyarakat dan pemerintah yang sudah sigap dan bahu-membahu," ujar Uu.


Sementara itu, Teti Asnawati (40) salah seorang korban longsor menceritakan, dirinya kaget saat kejadian longsor memporak-poranda bangunan rumahnya. Longsor yang datang tiba-tiba ini membuatnya tak sempat menyelamatkan barang berharga. 


"Kejadiannya cepat sekali, saya tak sempat bawa apa-apa yang penting anak-anak saya selamat," ujar Ibu tiga anak ini. 


Menurutnya, kejadian longsor sebesar ini baru pertama kali terjadi di desanya. "Ada sih longsor-longsor depan rumah tapi kecil, kalau longsor yang seperti sekarang baru kali ini," imbuhnya. 


Untuk keperluan sehari-hari, Teti mengaku sudah mendapatkan bantuan berupa beras, mie instan, dan pakaian. Untuk sementara, dia dan keluarga akan tinggal di rumah kerabatnya di Parung Panjang. 


"Alhamdulillah bantuan sudah ada, kalau kemarin agak susah karena dibawanya harus pakai heli. Saya akan mengungsi dulu di rumah saudara di Parung," katanya.   



Disarankan untuk anda