Pulihkan Ekonomi, Kemenhub Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur dan Tarik Investasi

  • Redaksi
  • 13 Juli 2020
  • 24
Pulihkan Ekonomi, Kemenhub Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur dan Tarik Investasi Kantor Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Jalan Merdeka Barat

JAKARTA – Kementerian Perhubungan tetap berkomitmen memulihkan ekonomi Indonesia melalui sektor perhubungan ditengan masa adaptasi baru Covid-19.


Berbagai upaya yang dilakukan pun tidak lepas dari Investasi melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta mengoptimalkan skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP)/ Kerjasama Penyediaan Infrastruktur (KSPI) untuk menyediakan layanan yang professional, kompetitif, serta mengurangi biaya operasional dari APBN sekaligus mendatangkan nilai tambah.


Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat rapat virtual bersama Komisi V DPR RI, belum lama ini. Menurutnya, pada rancangan anggaran Kementerian Perhubungan tahun 2021, program prioritas infrastruktur konektivitas sebesar Rp. 36,769 triliun. 


Pembangunan tersebut, pertama Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu (Pelabuhan Kuala Tanjung, Kijing, Tanjung Priok, Makassar, Bitung, dan Sorong); Kereta Api Makassar-Pare-Pare; Jembatan Udara 37 Rute di Papua. 


Kedua pembangunan Infrastruktur Transportasi Perkotaan yaitu mewujudkan Sistem Angkutan Umum Massal di 6 Wilayah Metropolitan (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, dan Makassar).


“Besaran pagu indikatif tersebut jauh di bawah pagu kebutuhan 2021 Kementerian Perhubungan yang semula sebesar Rp. 75,7 triliun. Namun demikian kami tetap berkomitmen melaksanakan program kerja tahun 2021, serta melanjutkan program kerja tahun 2020 yang sempat tertunda dengan kebijakan refocusing anggaran pemerintah untuk pengendalian Pandemi COVID-19 sehingga anggaran Kemenhub tahun 2020 dapat dihemat sebesar Rp. 10,4 Triliun,” ujar Menhub.


Adapun komposisi alokasi anggaran pada empat program yang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan terdiri dari : program infrastruktur konektivitas sebesar Rp. 36,769 triliun, program pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar Rp. 3,296 Triliun, program dukungan manajemen sebesar Rp. 1,082 triliun; serta program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi sebesar Rp. 197 Milyar.


Menhub menambahkan, hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden agar tema pembangunan pada tahun 2021 harus adaptif dan responsif terhadap percepatan penanganan Covid-19.  Sebelum pandemi Covid-19 , tema RKP tahun 2021 yaitu “Meningkatkan Industri, Pariwisata, dan Investasi di Berbagai Wilayah Didukung oleh SDM, dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Berkualitas”.


“Yang kami lakukan selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong adaptasi kebiasaan baru menuju recovery ekonomi nasional sehingga masyarakat dan perekonomian dapat berjalan secara produktif namun tetap aman dari Covid-19,” jelas Menhub.


Menhub mengungkapkan, Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB di sektor transportasi dimaknai sebagai cara baru bertransportasi dengan mengedepankan protokol kesehatan yang harus dijalankan baik oleh penumpang, operator sarana dan prasarana transportasi, mulai dari keberangkatan, dalam perjalanan, sampai kedatangan. 


Sehingga transportasi tidak hanya aman dan berkeselamatan, tetapi juga memenuhi jaga jarak dan penerapan protokol kesehatan.



Disarankan untuk anda