Apes! Cari Kerjaan, Motor Lenyap Dirampas Debt Collector

  • Redaksi
  • 09 Agustus 2021
  • 45
Apes! Cari Kerjaan, Motor Lenyap Dirampas Debt Collector

BEKASI – Seorang warga bernama Asep jadi korban perampasan motor oleh enam orang debt collector di kawasan Lippo Cikarang, saat pulang melamar pekerjaan. Korban yang tinggal di Kecamatan Tambun Utara itu hanya bisa terperangah saat kunci kendaraannya di cabut oleh pelaku.


“Mereka mengejar saya, lalu diberhentikan di piggir jalan. Kunci motor saya dicabut dan isi dalam jok motor dikeluarin semua. Saya tidak bisa melawan karena mereka berenam,” ungkap Asep pada kabartiga, Senin (9/08/2021).


Menurutnya, pihak debt collector menunjukan surat penarikan dari Adira Finance tertanggal 2 Agustus 2021 dan meminta untuk mengurusnya di gedung kuning kantor Adira.


“Saya dikasih surat penarikannya, terus dikasih tau untuk ngambil motor saya di gedung kuning kantor Adira. Karena kejadiannya di Cikarang, ya saya ke Adira Cikarang, tapi setelah disana, saya disuruh ke Adira Tambun Selatan,” pungkasnya.


Setelah tiba di kantor Adira Tambun Selatan, Asep tercengang atas pernyataan pihak Adira yang mengklaim pihaknya tidak pernah melakukan penarikan kendaraan debitur di jalan. Surat penarikan yang diberikan pun di anggap palsu.


“Kalau memang itu surat palsu, kenapa itu debt collector bisa tahu motor tersebut atas nama orang tua saya dan alamat rumah? Pasti semua itu karena ada datanya, tidak mungkin mereka bisa tahu kalau bukan dari Adira,” jelasnya.


Asep juga meminta pihak Adira untuk mempertanggung jawabkan ucapannya, apabila memang kejadian tersebut bukan dilakukan pihaknya. Ia juga akan melaporkan tindakan yang menimpa dirinya kepada pihak kepolisian dalam waktu dekat ini.


“Saya berharap agar pihak Adira dapat bekerjasama melaporkan hal ini kepihak yang berwajib. Saya juga akan melaporkan hal ini ke Kepolisian,” terangnya.


Asep salah satu warga yang terkena imbas dari pengurangan karyawan di perusahaannya, akibat pandemik Covid-19. Alhasil, pembayaran kredit motornya macet selama tiga bulan belakangan ini.


Dalam beberapa kasus penarikan kendaraan bermotor, Mahkamah Konstitusi telah membuat keputusan. Perusahaan pemberi kredit atau kreditur (leasing) tidak bisa mengeksekusi obyek jaminan fidusia atau agunan seperti kendaraan atau rumah secara sepihak. Hal itu tertuang dalam putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tertanggal 6 Januari 2020.


Dalam putusan ini, MK menyatakan perusahaan pembiayaan harus terlebih dahulu meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri untuk bisa menarik obyek jaminan fidusia.


Dilansir dari tempo.co, pihak Adira juga memberikan keringanan kepada konsumen yang terdampak pandemik Covid-19. Keringanan pembayaran dengan restrukturisasi ini dilakukan untuk meringankan kreditur macet.


Direktur Penjualan, Service dan Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan mengatakan, perusahaan pembiayaan akan melakukan penarikan unit kendaraan milik konsumen yang proses pembayaraan kreditnya macet. Nantinya kendaraan akan dilakukan lelang, untuk melunasi sisa utang konsumen.


“Perusahaan pembiyaan tentunya memberikan keringanan pembayaran dengan restrukturisasi. Tapi kalau memang benar-benar sudah tidak mampu, maka unit akan kami minta untuk diserahkan, agar bisa dilelang untuk melunasi sisa hutangnya,” katanya.


Kendati demikian, Niko memberikan tips kepada konsumen agar tidak ditarik leasing akibat proses pembayaran macet. Salah satunya konsumen segera mengkomunikasikan kepada pihak perusahaan pembiayaan apabila mengalami kendala dalam membayar cicilan.


“Sesuai dengan ketentuan pemerintah, apabila terkendala (misalnya kredit macet) dan sesuai dengan aturan dan penilaian kami, maka akan bisa direstrukturisasi. Konsumen harus berkomunikasi dengan perusahaan pembiayaan agar bisa dicarikan solusi,” ujarnya. (Alfi)



Disarankan untuk anda