Pemkot Bekasi dan Waste4Change Akan Tukar Kompensasi Minyak Jelantah Warga

  • Redaksi
  • 28 Juni 2021
  • 479
Pemkot Bekasi dan Waste4Change Akan Tukar Kompensasi Minyak Jelantah Warga Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjhayono saat memberikan paparannya di hadapan para Lurah dan Camat di Kota Bekasi, pada Senin (28/6/2021).

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi kembali mengajak warga melanjutkan program pengumpulan minyak jelantah. Seperti diketahui, minyak jelantah salah satu limbah rumah tangga yang meningkat setiap harinya dan berdampak pada kesehatan masyarakat.


Dalam rangka pencegahan pembuangan minyak jelantah sembarangan dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, sebab itu Lurah dan Camat se-Kota Bekasi agar membantu proses pengumpulan limbah rumah tangga ini.


Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono pun berkesempatan menemui para Lurah dan Camat se-Kota Bekasi di Aula Nonon Sonthanie, pada Senin (28/6/2021).


Menurutnya hal ini sebagai tindaklanjut dari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang di demgungkan pada 21 Februari 2021 tentang pengelolaan minyak jelantah yang baik dan benar.


“Kalau kita lihat, pengelolaan minyak jelantah ini belum maksimal, banyak yang masih belum teredukasi. Tapi dibalik itu ada potensi yang bisa dihasilkan, karna minyak ini bisa diolah jadi biodisel kalau sudah paham caranya,” ungkap Mas Tri — sapaan akrab orang nomor 2 di Kota Bekasi itu.


Ia mengaku, dalam persoalan ini, Pemerintah Kota Bekasi menggait Waste4Change, yang berpengalaman dalam pengelolaan limbah rumah tangga dari minyak jelantah.


"Makannya kita ajak temen-temen dari waste4change, yang sudah paham persoalan ini. Sehingga ini jadi langkah konkrit pemerintah Kota Bekasi untuk semakin menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” tutur Tri.


Adapun dalam proses pengumpulan minyak jelantah ini setiap RW akan mendapatkan fasilitas penampungan berupa jerigen yang diberikan oleh Waste4change. Selanjutnya, setiap jerigen yang telah terkumpul penuh minyak jelantah akan mendapatkan insentif dari pihak Waste4Change.


Sementara, Founder & Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano menyatakan, hal ini dapat membantu ekonomi rakyat dari setiap jelantah yang dikumpulkan sekaligus mengatasi permasalahan lingkungan.


“Selama Februari hingga Maret 2021 telah terkumpul sekitar 8 ton minyak jelantah yang selanjutnya akan diekspor ke Eropa untuk diolah menjadi biodiesel. Kami berharap dengan adanya edukasi secara berkelanjutan, program Bijak Kelola Jelantah masyarakat Kota Bekasi ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lainnya," terangnya.


Selain edukasi yang dilakukan bersama seluruh Lurah dan Camat di Kota Bekasi, edukasi lebih lanjut mengenai program Bijak Kelola Jelantah Kota Bekasi juga akan melibatkan Bank Sampah Induk Patriot. Detail program pengumpulan sampah jelantah Pemkot Bekasi dan Waste4Change ini juga bisa dibaca pada tautan w4c.id/faqjelantah.


“Saya imbau bukan hanya pada camat, lurah, aparat pemerintah, dan bank sampah, tapi seluruh bagian masyarakat Kota Bekasi dapat mendukung kesuksesan program pengumpulan sampah minyak jelantah ini. Semoga program ini menjadi awal dari Bekasi yang lebih asri dan bijak dalam mengelola sampah,” sambung Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto.



Disarankan untuk anda