Ketua DPRD Kota Bekasi Soroti Longsor TPST Bantargebang di HUT ke-29 Kota Bekasi

  • Redaksi
  • 11 Maret 2026
  • 47
  • Bagikan:
Ketua DPRD Kota Bekasi Soroti Longsor TPST Bantargebang di HUT ke-29 Kota Bekasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berpidato pada perayaan HUT Kota Bekasi ke 29.

BEKASI — Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyoroti persoalan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang saat Sidang Paripurna Istimewa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi, Selasa (10/3/2026). 


Dalam pidatonya, Sardi menyampaikan keprihatinan atas musibah longsor di kawasan TPST Bantargebang yang kembali menelan korban jiwa. Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk melakukan penanganan yang lebih konkret dan terukur. 


“Peristiwa ini menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan Bantargebang tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa. Keselamatan warga dan perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya. 


Sardi berharap Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe menjadikan momentum HUT ke-29 sebagai titik balik pembenahan serius kawasan tersebut. 


Menurut dia, peringatan HUT Kota Bekasi tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi dan konsolidasi pembangunan. Tema peringatan tahun ini, “Semakin Keren Pembangunannya, Semakin Nyaman dan Sejahtera Warganya,” mencerminkan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. 


Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan, mulai dari pemulihan pertumbuhan ekonomi pascapandemi, peningkatan infrastruktur, perluasan akses pendidikan dan kesehatan, hingga digitalisasi layanan publik. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi pada 2026 bahkan tercatat mencapai Rp4,2 triliun. 


Lebih lanjut, DPRD mendorong penguatan kerja sama antara Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengelolaan TPST Bantargebang agar penanganannya lebih komprehensif dan berkelanjutan. 


“Kolaborasi antar pemerintah daerah penting agar penanganan kawasan Bantargebang lebih serius dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” katanya. 


Sardi menambahkan, Bekasi memiliki potensi besar menjadi kota metropolitan yang maju dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi daerah dan UMKM, pembangunan infrastruktur, serta reformasi birokrasi. 


“Kita tidak hanya ingin Bekasi menjadi kota besar, tetapi juga kota yang humanis, inklusif, aman, nyaman, dan berdaya saing global,” ujarnya. (Adv). 



Disarankan untuk anda