Upacara Bendera Ala Jawara Bekasi Jadi Ajang Pererat Kebersamaan

  • Redaksi
  • 13 Agustus 2017
  • 529
  • Bagikan:
Upacara Bendera Ala Jawara Bekasi Jadi Ajang Pererat Kebersamaan Prosesi Pengibaran Bendera Merah Putih

Kabartiga.com, Bekasi – Berbagai macam padepokan pencak silat di Bekasi, yang tergabung di Gerakan Moral Pelestari Budaya Bekasi, hadir dan mengikuti upacara bendera ala para jawara bekasi, di Alun-alun Kota Bekasi, Minggu pagi (13/8/2017). 



Upacara ini sebagai bentuk kencintaan para pelestari budaya di Bekasi, untuk memperingati Hut Kemerdekaan Indonesia ke-72.



Prosesi pengibaran bendera yang dibawakan oleh salah satu padepokan, juga dilakukan dengan gerakan silat.Tentunya, pengibaran bendera sang merah putih yang dilakukan para jawara bekasi ini sangat berbeda dari pada umumnya. 



Mantan Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tahun 1985, Mayjen (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya mengatakan, upacara bendera yang digelar oleh jawara bekasi ini adalah bentuk kencintaan terhadap budaya pencak silat yang dilahrikan para pendahulunya. 



“Upacara ini adalah suatu aspirasi dari insan pencak silat bersama masyarakat karena pencak silat bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga budaya,” katanya, usai upacara bendera. 



Ia menjelaskan, bahwa upacara bendera kemerdekaan ini untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya sebuah sejarah. Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984-1987 ini, kemerdekaan Indonesia bukanlah sebagai hadiah dari penjajahan Belanda kala itu, namun karena adanya kegotongroyongan masyarakat dalam melawan penajajah. 



“Indonesia, Vietnam dan Aljazair itu bukan hadiah dari penjajahan. Saya ini pelaku geriliya, jadi saya tahu persis. Untuk saat ini, kita harus mempertahankan aset peninggalan para pejuang kita, jangan sampai aset negara kita ini di kuasi oleh asing,” ungkapnya. 



Mayjen (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya juga mengakui, bahwa Kota Bekasi adalah Kota Perjuangan, yang  bersumbangsi besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Sosok KH Noer Alie, yang menjadi Pahlawan Nasional dari Bekasi itu pun diakui dirinya.



“Jangan lupa, Kota Bekasi ini punya Pahlawan Nasional, KH Noer Alie, jejak itulah yang harus diikuti,” pungkasnya. 



Dia berpesan kepada masyarakat Indonesia agar tidak berteriak-teriak tentang Pancasila. Sebab, setiap keterlibatannya dalam menyanyikan lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya, sudah menjadi wujud sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 



“Jadi jangan lupa, apa yang dikumandangkan dalam Indonesia Raya, bahkan setiap peran serta masyarakat Indonesia juga mendukung NKRI, jadi tidak usah kita teriak-teriak ‘Kita Pancasila’, memang kita ini sudah Pancasila,” ucap Eddie Marzuki Nalapraya. 



Dalam upacara bendera yang diselenggarakan oleh Gerakan Moral Pelestari Budaya Bekasi ini, turut dihadiri para pejuang Veteran Bekasi, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar, Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu dan Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman, yang juga penasehat gerakan moral pelestari budaya Bekasi. 



Reporter : Amar Faizal Haidar
Editor : Muhammad Alfi



Disarankan untuk anda