GP Ansor Kota Bekasi Antarkan Munzir Situmorang Bertemu Keluarga Besar Almarhum Gus Dur

  • Redaksi
  • 04 September 2017
  • 422
  • Bagikan:
GP Ansor Kota Bekasi Antarkan Munzir Situmorang Bertemu Keluarga Besar Almarhum Gus Dur Ketua GP Anshor Kota Bekasi, Muhammad Joefry Dampingi Munzir Situmorang bertemu Keluarga Almarhum Gus Dur

Kabartiga.com, Bekasi – Munzir Situmorang beserta Istri menepati janjinya untuk mendatangi kediaman Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, atas ulahnya yang telah menyakiti pihak keluarga dengan ucapan penghinaan terhadap mantan Presiden RI ke-4 itu.



Munzir tidak datang sendirian. Ia ditemani oleh pengurus GP Ansor Kota Bekasi, yang diketuai oleh Muhammad Joefry.



Dalam kedatangannya, Munzir diterima langsung oleh Istri Gus Dur, yakni Ibu Sinta Wahid dan kedua Putrinya, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang akrab di kenal Yeni Wahid dan Inayah Wulandari atau Inayah Wahid.



Munzir mengakui kesalahannya. Dia merasa khilaf atas ucapannya itu, yang mengatakan Gus Dur adalah Wali Setan. Menurut pengakuannya, saat itu ucapannya tersebut tak terkontrol, seperti ada yang menggerakinya.



“Maafkan saya dan keluarga. Saya berjanji ini akan menjadi pelajaran penting dalam hidup saya dan tidak akan terulang kembali,” kata Munzir meminta maaf kepada keluarga Gus Dur, di kediaman Gus Dur, Komplek Al Munawwaroh, Jalan Warung Silah 10, Ciganjur, Jakarta Selatan pada Sabtu (2/9/2017).



Permintaan maaf Munzir pun di penuhi oleh keluarga besar Almarhum Gus Dur. Yeni Wahid berpesan, agar kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting bagi umat Muslim di Indonesia dalam menyampaikan syiar agamanya.



“Baik diminta ataupun tidak, bagi yang menghina Gus Dur kami pasti memaafkan. Karena ini adalah akhlak Gusdur yang ditanamkan dalam keluarga. Saya berharap ini bisa menjadi pelajaran, agar berdakwa di jalan Allah SWT dengan benar dan menyampaikan yang baik, bahwa tidak pantas menghina atau menjelekan seseorang, dan itu tidak diajarkan dalam Islam,” imbuhnya.



Selain itu, keluarga Almarhum Gus Dur juga tidak pernah mempermasalahkan apabila masyarakat Indonesia atau Gusdurian ingin mendeklrikan Gus Dur sebagai Wali.



“Kami tidak pernah mendeklirkan Gus Dur sebagai Wali, tetapi kalau pun masyarakat atau santri yang yakin akan hal itu, silahkan saja, kami tidak masalah,” tambah Inayah.



Baca Juga


Sementara, Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Muhammad Joefry juga berharap, Munzir Situmorang mendatangi makam Almarhum Gus Dur di Jombang, untuk berziarah kubur.



“Kita berharap, pak Munzir dapat berziarah ke makam Almarhum Gus Dur, supaya paham bagaimana sampai hari ini banyak peziarah yang datang dari berbagai pelosok untuk mendoakan Almarhum,” pungkasnya.



Ia juga berpesan, permasalahan ini cukup sekali dan terakhir yang terjadi di Kota Bekasi. Ucapan Munzir Situmorang yang melakukan penghinaan terhadap Alhamruhm Gus Dur, dapat menjadi pelajaran.



“Saya berharap ini adalah yang terakhir. Bukan kepada Almarhum Gus Dur saja, tetapi semua Ulama itu wajib kita cintai karena tanpa kemerdekaan Indonesia ini ada campur tangan para Ulama kita, jadi sudah sepatutnya kita mencintai dan menjaga Ulama-ulama kita,” tutupnya.



Editor : Muhammad Alfi



Disarankan untuk anda